Pemimpin dunia memberi peringatan kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengenai rencana kenaikan tarif untuk ekspor baja dan aluminium. Mulai 12 Maret, Trump mengumumkan pajak impor sebesar 25% untuk semua baja dan aluminium yang masuk ke AS. Kebijakan ini memicu reaksi dari berbagai negara.
Kenaikan tarif ini merupakan lonjakan signifikan dari tarif sebelumnya yang sebesar 10%. Selain itu, kebijakan ini juga menghapus pengecualian negara dan kesepakatan kuota, serta ratusan ribu pengecualian tarif spesifik produk untuk kedua logam tersebut.
Menurut Trump, langkah ini adalah bagian dari dorongan agresif untuk mengatur ulang perdagangan global. Ia berpendapat bahwa kenaikan pajak pada produk-produk yang diimpor akan memperkuat industri manufaktur di dalam negeri.
Pemimpin Uni Eropa menyatakan akan memberikan tanggapan yang "tegas" terhadap kebijakan ini. Maros Sefcovic, kepala perdagangan UE, mengatakan bahwa situasi ini adalah "skenario yang merugikan kedua belah pihak". Ia memperingatkan bahwa tarif yang dikenakan akan berdampak negatif secara ekonomi.
"Dengan memberlakukan tarif, AS akan mengenakan pajak kepada warganya sendiri, meningkatkan biaya bagi bisnisnya, dan memicu inflasi," kata Sefcovic di depan parlemen UE di Strasbourg, Prancis.
Pemerintah Korea Selatan juga mengeluarkan pernyataan. Presiden sementara, Choi Sang-mok, mengatakan bahwa Seoul akan menjalin pembicaraan dengan Washington mengenai tarif ini dan akan memberikan dukungan kepada perusahaan lokal.
Data menunjukkan bahwa sekitar seperempat baja yang digunakan di AS berasal dari luar negeri, dengan Kanada, Brasil, dan Meksiko sebagai penyedia utama. Korea Selatan, Jepang, dan Jerman juga menjadi pasar penting dalam hal ini.
Selain itu, sekitar setengah dari total aluminium yang digunakan di AS diimpor, dan sebagian besar berasal dari Kanada.
Donald Trump tarif baja aluminium reaksi dunia