Seorang seniman bernama Kim Seonghyun mempersembahkan karya seni interaktif yang menarik di ajang Design Korea 2024. Karya ini dikenal dengan nama Neural Network, yang menggunakan teknologi jaringan saraf untuk menciptakan pola visual yang terus berkembang dan dapat berinteraksi dengan pengunjung secara langsung.
Karya ini meniru cara kerja jaringan saraf buatan dalam memproses informasi. Dalam instalasi ini, pengunjung dapat melihat bagaimana jaringan saraf melakukan berbagai fungsi penting, seperti analisis, klasifikasi, dan prediksi. Karya ini secara khusus menyoroti tahap inferensi, yaitu saat jaringan saraf mengambil informasi dan membuat keputusan berdasarkan data yang ada.
Seniman @okdalto menjelaskan bahwa dia telah mengeksplorasi teknologi deep learning. Dia melatih dataset MNIST, yang merupakan kumpulan data yang sering digunakan untuk pengenalan angka tulisan tangan, menggunakan PyTorch, sebuah framework untuk pembelajaran mesin. Selain itu, dia menggunakan Processing untuk memvisualisasikan hasil dari pelatihan tersebut.
Untuk meningkatkan performa visual, seniman ini juga memanfaatkan teknik Instancing dari OpenGL. Teknik ini membantu dalam merender banyak elemen secara bersamaan, sehingga hasil visual yang ditampilkan menjadi lebih dinamis dan menarik untuk dilihat.
Neural Network adalah contoh yang sempurna dari penggabungan seni dan teknologi, menunjukkan bagaimana inovasi dapat menciptakan pengalaman baru bagi penonton. Karya ini tidak hanya memukau secara visual, tetapi juga mengajak kita untuk berpikir tentang bagaimana teknologi dapat memengaruhi cara kita berinteraksi dengan seni.
Dengan pameran ini, Kim Seonghyun berharap dapat memberikan inspirasi dan pemahaman lebih dalam mengenai teknologi AI dan aplikasinya dalam dunia seni. Karya seni interaktif ini menjadi salah satu daya tarik utama di Design Korea 2024.
Neural Network seni interaktif Design Korea 2024 teknologi seni