Pemerintah Provinsi Jawa Timur baru saja mendistribusikan sebanyak 870.000 dosis vaksin untuk mencegah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) ke 38 Kabupaten/Kota di wilayahnya. Salah satu daerah yang menerima vaksin tersebut adalah Kabupaten Pasuruan, yang mendapatkan alokasi sebanyak 18.000 dosis.
Pengambilan vaksin dilakukan pada hari Selasa, 12 Februari 2025, di Kantor Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur. Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan, drh Ainur Alfiah, menjelaskan bahwa vaksin tersebut akan mulai disebar ke seluruh Puskeswan (Pusat Kesehatan Hewan) di Kabupaten Pasuruan hari ini, Rabu, 13 Februari 2025. Targetnya, vaksin akan habis dalam waktu sebulan ke depan.
"Kami sudah mengambil 18.000 dosis vaksin PMK di Kantor Dinas Peternakan Provinsi Jatim. Hari ini kita mulai sebar ke semua puskeswan," kata Alfiah saat ditemui di kantornya.
Dosis vaksin PMK ini akan disuntikkan kepada berbagai ternak, seperti sapi potong, kambing, dan domba. Sementara itu, untuk sapi perah, semua sudah mendapatkan vaksin, terutama yang berada di Koperasi Unit Desa (KUD) dan Koperasi Usaha Dagang (UD) Persusuan yang telah melaksanakan vaksinasi secara mandiri.
Namun, drh Alfiah menjelaskan bahwa jumlah dosis vaksin yang diterima masih belum mencukupi untuk seluruh populasi sapi potong di Kabupaten Pasuruan, yang mencapai 87 hingga 88 ribu ekor. Oleh karena itu, vaksin akan diprioritaskan untuk wilayah yang memiliki kasus PMK cukup banyak, seperti Prigen, Pandaan, Purwodadi, Lekok, Beji, Winongan, Purwosari, Nguling, dan Puspo.
"Karena dosis vaksin yang datang jauh lebih sedikit, maka kami prioritaskan pada wilayah dengan kasus PMK yang lumayan banyak," jelasnya.
Selain vaksin, Kabupaten Pasuruan juga menerima bantuan obat-obatan untuk penanganan PMK dan penyakit lainnya. Bantuan tersebut mencakup obat cacing, obat penurun panas, vitamin untuk meningkatkan nafsu makan dan kesuburan, serta vitamin anti parasit, vitamin injeksi, hingga antibiotik. Alfiah menambahkan bahwa ada juga jenis obat lainnya seperti analgesik dan antihistamin.
Alfiah menegaskan pentingnya kerjasama antara pemerintah daerah dengan masyarakat dalam penanggulangan wabah PMK ini. Sesuai arahan Pemprov Jatim, daerah diharapkan untuk mengalokasikan anggaran dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) masing-masing sebagai upaya penanggulangan wabah PMK.
vaksin PMK Jawa Timur Kabupaten Pasuruan kesehatan hewan