Inggris mencetak sejarah sebagai negara Eropa pertama yang menjual daging hasil laboratorium. Startup yang berbasis di London, Meatly, baru saja meluncurkan produk baru bernama 'Chick Bites', yaitu makanan untuk hewan peliharaan yang mengandung 4% protein ayam yang dibudidayakan dari satu sel telur. Produk inovatif ini dijual dengan harga £3.49 di toko Pets at Home di London.
Produk ini menandai langkah penting menuju produksi protein yang lebih berkelanjutan. Proses budidaya daging ayam ini melibatkan pertumbuhan sel-sel ayam dalam bioreactor dengan menggunakan nutrisi. Menariknya, proses ini memerlukan 45% lebih sedikit energi dibandingkan dengan metode pertanian tradisional dan dapat mengurangi emisi gas rumah kaca hingga 92% jika menggunakan energi terbarukan.
Meskipun biaya produksi saat ini masih tinggi, yaitu £30 per kilogram, Meatly telah berhasil menurunkan biaya solusi nutrisi dari £700 menjadi hanya 26 pence per liter. Ini adalah pencapaian yang sangat signifikan.
Pengembangan ini penting karena hewan peliharaan mengkonsumsi sekitar 20% dari total produksi daging dunia. Meskipun daging yang dibudidayakan menghadapi tantangan seperti regulasi dan penerimaan konsumen, potensi produk ini untuk mengurangi dampak lingkungan sambil mempertahankan nilai gizi menjadikannya momen penting dalam produksi makanan yang berkelanjutan.
Inggris kini bergabung dengan negara-negara seperti Singapura, Amerika Serikat, dan Israel yang telah menyetujui penjualan daging yang dibudidayakan. Namun, peraturan di berbagai negara berbeda-beda; beberapa negara bagian di AS dan Italia bahkan melarang penjualannya.
daging lab Inggris Meatly Chick Bites protein ayam