Sebuah laporan terbaru dari National Bureau of Economic Research (NBER) menunjukkan bahwa banyak pekerja siap untuk menerima potongan gaji demi mendapatkan kesempatan bekerja dari rumah. Penelitian ini dilakukan oleh para peneliti dari Harvard, Johns Hopkins University, dan Universitas Illinois.
Laporan tersebut menyatakan bahwa rata-rata pekerja bersedia mengorbankan sekitar 25% dari total gaji mereka untuk pekerjaan yang sama, tetapi memungkinkan mereka untuk bekerja secara paruh waktu atau sepenuhnya dari rumah. Angka ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan studi-studi sebelumnya, yang diperkirakan tiga hingga lima kali lipat lebih tinggi.
Salah satu alasan mengapa banyak pekerja memilih untuk bekerja dari rumah adalah karena dapat meningkatkan semangat kerja. Ketika pekerja tidak perlu bepergian ke kantor, mereka merasa lebih bahagia dan produktif. Laporan menunjukkan bahwa tingkat pengunduran diri karyawan juga berkurang, yang berarti perusahaan dapat menghemat biaya untuk merekrut karyawan baru.
Selain itu, beberapa kajian telah menunjukkan bahwa produktivitas tidak menurun dalam pengaturan kerja hybrid, yaitu kombinasi antara bekerja dari rumah dan bekerja di kantor. Hal ini membuat banyak perusahaan beralih dari kebijakan kembali ke kantor (RTO) dan mulai menawarkan pekerjaan dengan gaji tinggi yang memungkinkan karyawan untuk bekerja dari rumah.
Dengan semakin banyaknya keuntungan yang didapat dari bekerja dari rumah, tampaknya tren ini akan terus berkembang di masa depan.
pekerja gaji kerja dari rumah fleksibilitas produktivitas