Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Adian Napitupulu, mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembangunan sekolah. Dalam pernyataannya, Adian menjelaskan bahwa efisiensi anggaran yang dilakukan demi mendukung Program MBG mengakibatkan penurunan signifikan dalam target pembangunan sekolah dan madrasah.
Sebelumnya, target pembangunan sekolah yang ditetapkan mencapai 9.300 unit. Namun, dengan adanya efisiensi anggaran, target tersebut kini hanya tersisa 86 unit. Hal yang sama juga berlaku untuk pembangunan madrasah, yang awalnya ditargetkan sebanyak 2.034 unit, kini hanya dapat dibangun 86 unit.
"Pemenuhan gizi bagi murid harus berjalan seiring dengan peningkatan sarana dan prasarana. Kedua hal ini tidak bisa dipisahkan, karena sama-sama berperan penting dalam membangun generasi masa depan," tegas Adian Napitupulu, yang juga merupakan Anggota Komisi V DPR RI.
Adian menekankan bahwa pendidikan yang baik harus didukung oleh fasilitas yang memadai. Tanpa adanya sekolah yang cukup, anak-anak tidak akan mendapatkan pendidikan yang layak, meskipun mereka mendapatkan makanan bergizi. Oleh karena itu, ia meminta agar pemerintah tidak mengorbankan pembangunan sekolah demi efisiensi anggaran untuk Program MBG.
DPR RI berharap agar semua pihak dapat bekerja sama untuk memastikan bahwa kedua program ini dapat berjalan bersamaan demi kepentingan generasi muda Indonesia. Hal ini penting agar anak-anak dapat tumbuh dengan baik, baik dari segi fisik maupun pendidikan.
DPR RI Adian Napitupulu Program Makan Bergizi pembangunan sekolah