PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, salah satu bank terbesar di Indonesia, mengumumkan rencana untuk melakukan pembelian kembali saham atau yang dikenal dengan istilah buyback. Bank ini telah mengalokasikan dana sebesar Rp1,17 triliun untuk melaksanakan langkah tersebut.
Corporate Secretary Bank Mandiri, M. Ashidiq Iswara, menjelaskan bahwa sumber dana untuk buyback ini berasal dari optimalisasi kas yang dimiliki oleh Bank Mandiri. Tujuan dari buyback ini adalah untuk memperkuat keyakinan pasar terhadap nilai jangka panjang perusahaan.
"Langkah ini diambil sebagai upaya untuk menjaga keharmonisan antara kondisi pasar dan fundamental perusahaan, serta menjaga kepercayaan para pemangku kepentingan dalam usaha perusahaan mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan," ujar Ashidiq dalam keterbukaan informasi yang disampaikan pada Minggu, 16 Februari 2025.
Lebih lanjut, Ashidiq menyampaikan bahwa saham yang dibeli kembali atau yang disebut saham treasuri ini akan dialihkan untuk program kepemilikan saham bagi pegawai. Hal ini diharapkan dapat mendorong keterlibatan pegawai terhadap keberlanjutan kinerja Bank Mandiri.
Terkait dengan rencana ini, Bank Mandiri akan meminta persetujuan dari para pemegang saham pada tanggal 25 Maret 2025. Jika rencana ini disetujui, maka proses buyback akan langsung dilaksanakan sehari setelahnya dan akan berlangsung selama 12 bulan ke depan, hingga 25 Maret 2026.
Dengan langkah buyback ini, Bank Mandiri berharap dapat memberikan dampak positif terhadap performa dan kepercayaan pasar terhadap perusahaan.
Bank Mandiri buyback saham Rp1 17 triliun pasar pemegang saham