Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

WIKA Gagal Lunasi Obligasi dan Sukuk, Saham Berpotensi Disuspensi

Jakarta – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, yang lebih dikenal dengan nama WIKA, mengalami masalah dalam melunasi Obligasi Berkelanjutan II WIKA Tahap II Tahun 2022 dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II WIKA Tahap II tahun 2022. Kedua instrumen surat utang ini seharusnya jatuh tempo pada tanggal 18 Februari 2025.

Namun, pada tanggal tersebut, dana untuk pembayaran pelunasan tidak masuk ke rekening Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), sehingga pihak perusahaan mengumumkan bahwa pelunasan ditunda. Dalam pengumuman yang dirilis pada Senin, 17 Februari 2025, KSEI menyatakan, "Kami informasikan bahwa pembayaran pelunasan pokok WIKA kepada pemegang obligasi dan sukuk melalui Pemegang Rekening yang seharusnya dilaksanakan pada 18 Februari 2025 ditunda."

Meskipun demikian, WIKA tetap melakukan pembayaran bunga ke-12 atas kedua surat utang tersebut. Bunga ini adalah imbal hasil yang diberikan kepada pemegang obligasi dan sukuk yang merupakan bagian dari kesepakatan awal.

Menurut peraturan yang ada, jika sebuah perusahaan gagal membayar kewajibannya, Bursa Efek Indonesia (BEI) memiliki hak untuk melakukan suspensi terhadap saham perusahaan tersebut. Hal ini dilakukan karena muncul keraguan mengenai kelangsungan usaha perusahaan. Ketentuan mengenai suspensi ini tertera dalam Ketentuan III.1.5 Peraturan BEI I-L tentang Suspensi Efek.

Situasi ini tentu menjadi perhatian bagi para investor dan pemegang saham WIKA. Jika suspensi benar-benar dijalankan, maka saham WIKA dapat terpengaruh secara signifikan di pasar. Investor diharapkan dapat melakukan pemantauan terhadap perkembangan selanjutnya terkait kasus ini.

WIKA adalah salah satu perusahaan konstruksi terbesar di Indonesia yang terlibat dalam berbagai proyek infrastruktur penting di tanah air. Namun, situasi keuangan dan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban utangnya akan sangat mempengaruhi reputasi dan kinerja perusahaan di masa depan.

library_books Idx Channel