MIAMI BEACH, Florida – Seorang pria bernama Mordechai Brafman ditangkap pada akhir pekan lalu setelah ia menembak dua orang yang ternyata adalah warga Israel. Brafman, yang dilaporkan sedang berburu warga Palestina, mengira bahwa kedua korban adalah warga Palestina saat ia menembak mereka di Miami Beach, Florida. Peristiwa ini memicu kemarahan di media sosial dan menimbulkan banyak perdebatan tentang meningkatnya sentimen anti-Arab di Amerika Serikat.
Menurut laporan, Brafman ditangkap pada malam hari Sabtu dan kini menghadapi dua tuduhan percobaan pembunuhan derajat kedua. Korban yang ditembak adalah seorang ayah dan anak yang sedang berkunjung dari Israel. Mereka tidak mengalami luka serius, namun insiden ini menarik perhatian banyak orang di dunia maya.
Melalui akun Instagram lokal yang membahas tentang kehidupan Yahudi, Miami Herald melaporkan bahwa banyak pengguna media sosial yang mengkritik insiden ini. Banyak yang merasa bahwa tindakan Brafman mencerminkan meningkatnya kebencian terhadap warga Arab, yang diyakini dipicu oleh "kebencian anti-Palestina dan doktrin" dalam komunitas pro-Israel di AS.
Salah satu pengguna media sosial berkomentar, "Jika seorang Muslim menembak dua orang di Miami karena mengira mereka warga Israel, itu akan disebut terorisme dan media akan meliputnya secara luas." Hal ini menunjukkan adanya kekhawatiran akan ketidakadilan dalam pelaporan media.
Dalam laporan penangkapannya, Brafman mengaku kepada polisi bahwa dia berpikir melihat dua orang Palestina dan menembak mereka. Namun, polisi memastikan bahwa kedua korban adalah pengunjung dari Israel dan tidak ada yang tewas dalam insiden tersebut.
Banyak orang di media sosial juga menyoroti bahwa Brafman merasa bisa melakukan tindakan ini tanpa rasa takut, karena aksi serupa sering terjadi di Tepi Barat dan Gaza, merujuk pada serangan berkelanjutan Israel di Gaza dan kekerasan oleh pemukim Israel yang ekstremis terhadap warga Palestina.
Sementara itu, salah satu korban dalam insiden tersebut langsung mengunggah pernyataan di media sosial setelah kejadian. Ia menuliskan bahwa serangan terhadapnya dan ayahnya adalah tindakan "antisemitisme". Dalam postingannya, ia menyebutkan, "Ayah saya dan saya mengalami upaya pembunuhan di latar belakang antisemitisme," dan mengakhiri dengan kalimat yang provokatif, "Kematian untuk orang Arab."
Insiden ini menunjukkan betapa rumitnya isu-isu yang berkaitan dengan identitas, kebencian, dan kekerasan, yang semakin meningkat di berbagai belahan dunia. Dan, perdebatan mengenai sentimen anti-Arab di AS semakin mencuat setelah kejadian ini.
penembakan Miami Beach warga Israel Palestina Mordechai Brafman