Washington Memahami Posisi Moskow Setelah Pembicaraan Tingkat Tinggi
Washington, D.C. – Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, menyatakan bahwa Amerika Serikat (AS) kini memahami posisi Moskow dengan lebih baik setelah pertemuan tingkat tinggi mengenai perang Ukraina. Pertemuan ini berlangsung di Riyadh, Arab Saudi, dan menjadi pembicaraan pertama antara kedua kekuatan dunia sejak Rusia menginvasi Ukraina pada tahun 2022.
Dalam pertemuan tersebut, kedua negara sepakat untuk membentuk proses dalam menyelesaikan konflik Ukraina. Lavrov juga mengatakan bahwa mereka akan menghilangkan rintangan untuk misi diplomatik antara kedua negara.
Lavrov juga membahas mengenai perluasan NATO, yang selama ini disebut sebagai salah satu alasan Rusia untuk melakukan invasi ke Ukraina. Ia menyebutkan bahwa perluasan NATO merupakan "ancaman langsung" bagi Rusia. Lavrov menekankan bahwa ia telah menyampaikan kepada delegasi AS bahwa penempatan pasukan NATO di Ukraina, meskipun dengan bendera lain, akan dianggap tidak dapat diterima.
Sementara itu, Sekretaris Negara AS, Marco Rubio, menyatakan keyakinannya bahwa Moskow bersedia untuk terlibat dalam "proses serius" untuk mengakhiri perang ini. Rubio menambahkan bahwa Washington berupaya mencari solusi yang "adil" dan "berkelanjutan" untuk konflik tersebut.
Rubio juga menjelaskan bahwa negara-negara Eropa perlu dilibatkan dalam pembicaraan untuk mengakhiri perang. Ia menyebutkan bahwa ada "kesempatan luar biasa untuk bermitra" dengan Rusia dalam upaya menyelesaikan konflik ini.
Pertemuan ini menunjukkan bahwa kedua negara ingin menemukan jalan keluar dari ketegangan yang telah berlangsung lama akibat perang di Ukraina. Dengan adanya kemauan untuk berdialog, diharapkan situasi di Ukraina dapat segera membaik.
AS Rusia perang Ukraina pertemuan diplomasi