Elizabeth Holmes, pendiri startup Theranos, saat ini sedang menjalani hukuman penjara selama hampir dua tahun karena terlibat dalam salah satu kasus penipuan terbesar dekade ini. Kasus ini tidak hanya mempengaruhi dirinya, tetapi juga berdampak pada banyak pengusaha wanita lainnya yang berusaha membangun usaha mereka.
Dalam beberapa bulan terakhir, Inc. melakukan wawancara dengan beberapa pengusaha wanita yang mengaku merasa dirugikan karena perbandingan dengan Holmes. Mereka mengatakan bahwa mereka harus bekerja lebih keras untuk meyakinkan investor dan membuktikan bahwa mereka tidak ingin menipu. Beberapa dari mereka bahkan kehilangan kesempatan untuk mendapatkan kesepakatan bisnis karena stigma ini.
Salah satu faktor yang berkontribusi adalah kedekatan industri. Pengusaha wanita di bidang kesehatan, misalnya, sangat rentan terhadap prasangka ini. Terkadang, masalah yang dihadapi bukan hanya karena mereka mengingatkan investor pada Holmes, tetapi juga karena mereka memiliki penampilan yang mirip.
Di samping itu, pengusaha wanita sering dihadapkan pada bias konfirmasi, yaitu kecenderungan untuk melihat sesuatu yang mendukung keyakinan yang sudah ada. Hal ini sering kali bekerja melawan pendiri wanita. Mereka juga harus menghadapi tingkat ketidakpercayaan yang masih tinggi dan sering kali tidak berdasar, yang semakin memperburuk situasi.
Kasus Elizabeth Holmes menjadi pengingat bahwa meskipun banyak wanita yang berusaha keras untuk sukses dalam bisnis, mereka masih harus melawan stereotip dan prasangka yang ada. Dengan banyaknya tantangan yang dihadapi, penting bagi masyarakat untuk mendukung pengusaha wanita dan memberikan mereka kesempatan yang adil untuk berhasil.
Elizabeth Holmes penipuan pengusaha wanita Theranos investor