Hamas mengumumkan bahwa mereka telah menyerahkan jenazah dua bocah Israel, Kfir Bibas yang masih bayi dan Ariel Bibas yang berusia empat tahun. Kedua bocah tersebut adalah korban paling muda yang diculik oleh Hamas dalam serangan teror pada 7 Oktober 2023. Serangan tersebut menjadi salah satu peristiwa yang paling menyedihkan dalam sejarah yang baru-baru ini terjadi.
Kendaraan Palang Merah terlihat meninggalkan lokasi penyerahan di Jalur Gaza dengan membawa empat peti mati berwarna hitam yang diletakkan di atas sebuah panggung. Setiap peti mati tersebut dihias dengan foto kecil para sandera, memberikan gambaran yang menyentuh hati tentang kehilangan yang dialami oleh keluarga mereka.
Selain menyerahkan jenazah Kfir dan Ariel, Hamas juga menyerahkan jenazah ibu mereka, Shiri Bibas, serta seorang sandera keempat bernama Oded Lifschitz. Penyerahan ini dilakukan berdasarkan kesepakatan gencatan senjata yang dicapai bulan lalu dengan dukungan dari Amerika Serikat serta mediasi dari Qatar dan Mesir. Istri Lifschitz, Yocheved, yang berusia 85 tahun pada saat itu, dibebaskan hanya dua minggu setelah serangan teror tersebut.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dalam sebuah pernyataan video singkat menyatakan bahwa hari ini akan menjadi "hari yang sangat sulit bagi negara Israel. Hari yang menyedihkan, hari yang penuh duka."
Saat ini, jenazah yang diserahkan sedang dikirim ke lembaga forensik untuk diidentifikasi secara resmi. Proses identifikasi ini penting dilakukan untuk memastikan identitas para korban dan memberikan kejelasan kepada keluarga mereka.
Peristiwa ini merupakan pengingat akan tragedi yang dialami oleh banyak orang akibat kekerasan dan konflik. Keluarga dan masyarakat di Israel berduka atas kehilangan yang mendalam ini.
Hamas jenazah Kfir Bibas Ariel Bibas Palang Merah Israel