Pada tanggal 22 Februari 2025, organisasi teroris Hamas mengumumkan bahwa mereka telah melepaskan tiga orang geisel tambahan dari wilayah Gaza. Geisel-geisel ini diserahkan kepada Palang Merah, yang kemudian akan membawa mereka kembali ke Israel. Dalam total, enam orang pria dijadwalkan untuk dibebaskan hari ini, dan mereka dianggap sebagai geisel terakhir yang akan dirilis selama fase pertama perjanjian gencatan senjata.
Sebagai imbalannya, Israel berencana untuk membebaskan sekitar 602 tahanan Palestina. Di antara mereka, terdapat 60 orang yang dihukum dengan penjara panjang karena berbagai kejahatan.
Dalam perkembangan lain, keluarga dari Schiri Bibas, seorang wanita Jerman-Israel yang diculik, telah mengkonfirmasi bahwa ia telah dibunuh selama masa penahanannya. "Schiri kami telah dibunuh dalam penahanan dan kini telah kembali ke rumah," ungkap keluarga Bibas. Wanita muda tersebut direncanakan akan dimakamkan di samping kedua putranya yang masih kecil, Kfir dan Ariel, yang juga telah dipastikan meninggal. Sebelumnya, pada hari Kamis, Hamas menyerahkan empat jenazah kepada Israel, namun pemeriksaan forensik oleh militer Israel menunjukkan bahwa satu jenazah yang diserahkan bukanlah milik Schiri Bibas.
Kejadian ini menyoroti ketegangan yang terus berlangsung di wilayah tersebut, di mana pertukaran tawanan sering menjadi bagian dari negosiasi yang lebih besar antara Hamas dan Israel. Masyarakat internasional terus mengawasi situasi ini dengan harapan akan tercapainya perdamaian yang lebih baik dan berkelanjutan di kawasan tersebut.
Hamas geisel Israel tahanan Gaza negosiasi