Seorang penasihat pemerintah terkemuka di Hong Kong, Profesor Stephen Cheung Yan-leung, mengungkapkan pengalamannya yang tidak menyenangkan saat menggunakan taksi. Dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu, Cheung, yang juga merupakan ketua Komite Penasihat Transportasi, mengeluhkan bau asap rokok yang menyengat saat ia menaiki taksi.
Cheung menceritakan bahwa ketika ia masuk ke dalam taksi, ia langsung mencium bau asap rokok yang sangat kuat. "Saya rasa sopir taksi itu baru saja selesai merokok. Begitu melihat penumpang, dia langsung membuang rokoknya, menyalakan pendingin udara, dan menutup jendela," ujarnya.
Pengalaman tersebut sangat tidak nyaman bagi Cheung. Ia bahkan harus melompat keluar dari sisi kiri taksi sebelum perjalanan 10 menitnya berakhir karena bau yang terlalu menyengat.
Meskipun Cheung tidak memberikan statistik terbaru tentang keluhan penumpang terhadap sopir taksi, ia menekankan bahwa industri taksi harus meningkatkan kualitas layanan untuk tetap bersaing. Hal ini menunjukkan bahwa masih banyaknya keluhan dari penumpang terhadap sopir taksi yang harus diperhatikan.
"Jumlah keluhan dari penumpang belum menunjukkan penurunan yang signifikan," tambahnya.
Kejadian ini menggambarkan tantangan yang dihadapi oleh industri taksi di Hong Kong dan pentingnya bagi mereka untuk meningkatkan pengalaman penumpang agar tetap kompetitif. Pengalaman Cheung menjadi pengingat bahwa kenyamanan penumpang harus menjadi prioritas utama bagi layanan taksi.
Hong Kong taksi asap rokok keluhan kualitas layanan