Seorang penulis asal Gaza, Hala H. Durrah, berbagi cerita memilukan tentang kehilangan anggotanya akibat konflik yang berkepanjangan di wilayah tersebut. Selama 16 bulan terakhir, ia memulai dan mengakhiri harinya dengan membaca berita dan postingan media sosial tentang Gaza.
Setiap pagi, saat melihat pesan WhatsApp dari anggota keluarganya, rasa cemas dan ketakutan menghimpitnya. Ia harus menekan perasaan tersebut agar bisa mempersiapkan anak-anaknya untuk sekolah dan mengikuti rapat Zoom pagi. Seiring berjalannya waktu, jumlah anggota keluarga yang hilang terus meningkat. Dari 10 anggota keluarga yang meninggal, kini jumlahnya telah mencapai setidaknya 100 orang.
Salah satu anggota keluarga yang hilang adalah sepupunya, Nisreen, yang memiliki mata biru cerah. Salah satu putrinya juga memiliki mata yang sama. Nisreen terbunuh dalam serangan udara. Hala sering membayangkan detik-detik terakhir hidup Nisreen dan berharap dia tidak mendengar jeritan anak-anaknya sebelum mereka juga terbunuh.
Hala juga mengenang sepupunya yang lain, Waseem, yang terakhir kali terlihat di Instagram, berteriak kepada penjaga perbatasan Mesir. Dalam video tersebut, Waseem meminta agar mereka membuka perbatasan, sambil berteriak, "Kita semua akan mati di sini. Mereka akan membunuh kita semua." Seminggu kemudian, Waseem juga terbunuh. Hala merasa sangat sedih ketika mendengar bahwa anak bungsunya mengalami cedera otak traumatis akibat serangan tersebut.
Di bulan Desember, Hala menemukan cerita tentang seorang dokter bernama Ahmed yang dibekukan hingga meninggal di tenda di Gaza. Dia langsung mengenali namanya dan mengonfirmasi kepada ibunya bahwa Ahmed adalah sepupu mereka. Ahmed berusia 35 tahun dan bekerja di Rumah Sakit Eropa di Gaza. Meskipun ada peluang untuk meninggalkan Gaza, dia memilih untuk mengabdikan hidupnya merawat sesama warga Palestina di wilayah tersebut.
Bayangan tubuh Ahmed yang membeku di dalam tenda terus menghantui Hala, sama seperti kata-kata terakhir Waseem. Kisah-kisah kehilangan ini menggambarkan betapa sulitnya kehidupan di Gaza dan dampak mendalam dari konflik yang berlangsung lama.
Gaza keluarga kehilangan konflik berita