Harga emas mengalami lonjakan yang signifikan, mencapai rekor tertinggi pada hari Senin dengan harga sekitar USD2.950. Ini menjadi rekor tertinggi kesebelas yang dicatat sepanjang tahun 2025. Kenaikan harga emas ini didorong oleh meningkatnya permintaan untuk aset yang dianggap aman di tengah ketidakpastian ekonomi, terutama terkait dengan rencana tarif yang diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Rencana tarif tersebut dikhawatirkan dapat memicu inflasi dan berpotensi menciptakan perang dagang. Sehingga, banyak investor yang beralih ke emas batangan sebagai pilihan investasi yang lebih aman. Selain itu, arus masuk dana menuju ETF emas terbesar di dunia juga memberikan dukungan tambahan bagi harga emas.
Namun, di tengah situasi ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan dengan penurunan sebesar -2,5% pada hari Selasa. Saham-saham perusahaan produsen emas, seperti Merdeka Copper Gold (MDKA), juga tidak luput dari dampak tersebut, dengan penurunan signifikan hingga -10% dalam satu hari.
Kondisi pasar yang fluktuatif ini membuat banyak investor dan analis semakin memantau perkembangan yang terjadi. Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang pergerakan pasar dan analisis terkini, simak ulasan yang akan disampaikan pada hari Rabu pagi dalam program Market Buzz.
harga emas rekor tertinggi Donald Trump inflasi safe haven