Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan sebesar -0,37% pada sesi I Rabu, 26 Februari 2025, dan berada di level 6.562,89. Penurunan ini dipengaruhi oleh berbagai sektor, terutama sektor barang konsumer primer yang turun -2,08%. Saham dari perusahaan besar seperti INDF juga mengalami penurunan yang signifikan hingga -4,47%.
Sektor perindustrian juga menunjukkan penurunan sebesar -1,20%, dengan saham ASII turun -0,62%. Selain itu, sektor barang baku mengalami penurunan -1,21%, dan saham AMMN turun -1,14%.
Namun, di tengah penurunan tersebut, sektor teknologi justru melesat naik dengan kenaikan +7,12%. Salah satu saham yang mencolok adalah DCII yang naik 19,19% dan kembali mencapai auto reject atas (ARA).
Dari sisi saham, emiten perbankan besar (Big Caps) kembali memberikan dampak negatif. Saham BBRI tercatat turun -0,79% dan bahkan sempat menyentuh level terendah dalam 3 tahun terakhir, yaitu Rp3.760.
Dari informasi global, bursa ekuitas Wall Street menunjukkan hasil variatif pada hari Selasa, di mana indeks S&P 500 dan Nasdaq menyentuh level terendah dalam satu bulan. Hal ini disebabkan oleh laporan kepercayaan konsumen yang turun tajam di bulan Februari.
Dengan kondisi IHSG yang berbalik melemah, banyak yang bertanya-tanya bagaimana prospek pasar ke depan. Apa rekomendasi untuk saham perbankan Big Caps yang kembali melemah akibat profit taking? Untuk mendapatkan jawabannya, saksikan pembahasan lengkapnya di IDX 2nd session closing, sore ini pukul 15:30 WIB, LIVE di IDX Channel.
Anda dapat menyaksikan siaran ini melalui MNC VISION Channel 100, MNC PLAY Channel 128 HD, INDI HOME Channel 119, FIRST MEDIA Channel 389, K-VISION Channel 129, OXYGEN Channel 137, dan MY REPUBLIK Channel 576. Selain itu, tersedia juga LIVE STREAMING di www.idxchannel.com dan aplikasi IDX Channel TV di APPS store.
IHSG saham bursa sektor teknologi