Abdullah Ocalan, pemimpin terkurung dari Partai Pekerja Kurdistan (PKK), baru-baru ini mengeluarkan pernyataan bersejarah yang meminta kelompok yang ia dirikan untuk menghentikan perjuangan bersenjata dan dibubarkan. Pernyataan ini disampaikan oleh politisi pro-Kurd pada hari Kamis dan bisa menjadi titik balik dalam konflik yang telah berlangsung selama puluhan tahun antara PKK dan Turki.
Konflik ini telah mengakibatkan banyak korban jiwa, dengan puluhan ribu orang kehilangan nyawa selama 40 tahun terakhir. Dalam pernyataannya yang terdiri dari satu setengah halaman, Ocalan menjelaskan bahwa perjuangan bersenjata melawan negara itu dulunya diperlukan karena kebijakan yang menolak identitas Kurdi serta membatasi hak dan kebebasan mereka.
Namun, ia menyatakan bahwa dengan langkah-langkah demokratis yang diambil oleh pemerintah Turki sejak tahun 2014 terkait isu Kurdi, bersama dengan perkembangan regional, perlawanan bersenjata kini tidak lagi memiliki makna. "Oleh karena itu, PKK harus dibubarkan," tegasnya.
Pernyataan Ocalan dibacakan secara langsung oleh Delegasi Imrali, sebuah kelompok politisi pro-Kurd yang mengunjunginya di Pulau Imrali, tempat ia dipenjara. Pernyataan tersebut juga disiarkan secara langsung di layar besar di kota-kota timur seperti Van dan Diyarbakir.
Pemerintah Turki, Uni Eropa, dan Amerika Serikat mengklasifikasikan PKK sebagai organisasi teroris karena serangan mereka terhadap warga sipil. Banyak pengamat di Ankara percaya bahwa motivasi pemerintah untuk bernegosiasi dengan Ocalan terkait dengan meningkatnya ketegangan regional antara Israel dan Iran.
Pejabat Turki dilaporkan khawatir bahwa isu Kurdi dapat menjadi kerentanan strategis dan percaya bahwa menyelesaikannya adalah kunci untuk menstabilkan baik Turki maupun wilayah yang lebih luas.
Abdullah Ocalan PKK Turki pernyataan konflik