Syria saat ini menghadapi tantangan besar dalam upayanya untuk menjalin perdamaian dengan Israel. Selama tiga bulan terakhir, rezim baru di Damaskus menyatakan bahwa mereka tidak ingin berkonflik dengan Israel. Hal ini diungkapkan oleh presiden baru Syria, Sharaa, yang baru saja diangkat. Dalam sebuah wawancara dengan The Economist, Sharaa memuji Presiden AS Donald Trump dan menyampaikan harapannya untuk perdamaian.
Sharaa mengungkapkan, "Kami ingin damai dengan semua pihak," tetapi ia juga mengingatkan bahwa karena Israel masih menguasai Dataran Tinggi Golan, adalah terlalu dini untuk membicarakan normalisasi hubungan. Dataran Tinggi Golan adalah wilayah yang diduduki Israel sejak tahun 1967, dan ini menjadi bagian penting dalam sejarah keluarga Sharaa.
Namun, Israel menganggap tawaran perdamaian tersebut sebagai tanda kelemahan dari pihak Syria. Hal ini membuat Israel semakin agresif, dan dalam waktu singkat, pesawat tempur Israel melancarkan serangkaian serangan udara yang menghancurkan angkatan laut Syria dan persenjataan beratnya. Serangan ini masih berlangsung hingga saat ini.
Kelemahan Syria diakui oleh banyak pihak. Dalam konferensi Dialog Nasional Syria, ada banyak pembicaraan tentang pentingnya membangun kembali angkatan bersenjata negara tersebut. Turki menjadi satu-satunya tetangga yang dapat memberikan bantuan bagi Syria untuk mempertahankan diri.
Sharaa kini dihadapkan pada keputusan strategis yang sulit. Ia harus ingat bahwa Israel adalah musuh terbesar bagi Syria yang bersatu, berdaulat, dan mandiri. Menjadi pejuang pada masa Intifada Kedua, Sharaa tahu betul bahwa Israel yang agresif dapat menjadi ancaman serius, baik bagi Syria maupun untuk dirinya secara pribadi.
Meskipun mengenakan jas dan dasi, keyakinan Sharaa bahwa Israel yang berusaha berkuasa merupakan ancaman nyata bagi Syria tidak boleh pudar. Israel bertindak seolah-olah mereka adalah kekuatan besar, padahal sebenarnya mereka adalah negara kecil. Oleh karena itu, perlu ada tindakan tegas terhadap Israel di Syria, dan hal ini harus dilakukan segera.
Syria Israel perdamaian Sharaa Golan Heights