Pada hari Selasa, Donald Trump mengumumkan rencana baru yang menarik perhatian banyak orang. Rencana tersebut adalah untuk menjual visa yang disebut "gold card" atau kartu emas seharga $5 juta. Kartu ini akan memberikan izin tinggal permanen dan izin kerja di Amerika Serikat. Dalam sebuah konferensi pers di Oval Office, Trump menjelaskan, "Orang-orang kaya akan datang ke negara kita dengan membeli kartu ini. Mereka akan menjadi orang-orang kaya dan sukses."
Rencana ini, menurut Trump, akan dimulai dalam waktu dua minggu. Ia mengklaim bahwa program ini akan membantu mengurangi defisit federal yang saat ini sedang dialami oleh negara. "Kita bisa menjual mungkin satu juta kartu ini, atau bahkan lebih dari itu. Jika kita menjumlahkan angkanya, hasilnya cukup baik. Sebagai contoh, satu juta kartu akan bernilai $5 triliun dolar," ungkap Trump.
Namun, pertanyaannya adalah seberapa tertariknya orang-orang terkaya di dunia terhadap rencana ini? Untuk menemukan jawabannya, majalah Forbes melakukan wawancara dengan 18 miliarder dari berbagai belahan dunia, termasuk Amerika, Eropa, Asia, dan Afrika, untuk mengukur minat mereka terhadap kartu emas tersebut.
Rencana ini menimbulkan berbagai pendapat. Beberapa orang berpendapat bahwa menjual visa dengan harga tinggi bisa jadi solusi untuk masalah ekonomi, sementara yang lain merasa bahwa langkah ini bisa menimbulkan kontroversi dan ketidakadilan.
Trump berharap bahwa dengan menjual kartu ini, dia dapat menarik lebih banyak orang kaya untuk tinggal dan berinvestasi di Amerika Serikat. Dia menekankan bahwa orang-orang kaya ini akan membawa keberhasilan dan pertumbuhan ekonomi bagi negara.
Dengan rencana yang ambisius ini, banyak yang menunggu untuk melihat apakah program kartu emas ini benar-benar dapat dilaksanakan dan seberapa besar dampaknya terhadap ekonomi Amerika dan masyarakat secara keseluruhan.
Donald Trump visa permanen AS rencana miliarder