Betavolt, sebuah startup asal China, baru saja mengumumkan penemuan baterai nuklir mini yang mereka klaim dapat menghasilkan listrik selama hingga 50 tahun tanpa perlu diisi ulang. Baterai ini bekerja dengan cara mengubah energi dari isotop yang mengalami peluruhan menjadi listrik. Prototipe saat ini mampu menghasilkan daya sebesar 100 microwatt pada tegangan 3V.
Menurut Betavolt, baterai ini berpotensi untuk digunakan pada berbagai perangkat, seperti telepon genggam dan drone. Mereka menyatakan bahwa teknologi ini "dapat memungkinkan perangkat seperti smartphone beroperasi tanpa henti tanpa pengisian ulang, atau drone dapat terbang tanpa harus mendarat." Namun, beberapa laporan juga menyebutkan bahwa China telah mengembangkan drone nuklir yang bisa terbang selama 50 tahun tanpa harus mendarat. Informasi tersebut ternyata tidak benar, karena untuk memberi daya pada perangkat mobile memerlukan ukuran baterai yang sangat besar.
Pencarian untuk memperkecil ukuran dan memcommercialkan baterai nuklir ini merupakan bagian dari Rencana Lima Tahun ke-14 China, yang dirancang untuk memperkuat ekonomi negara tersebut antara tahun 2021 hingga 2025. Sementara itu, lembaga riset di Amerika Serikat dan Eropa juga tengah mengembangkan teknologi serupa.
Betavolt menegaskan bahwa "baterai energi atom yang dikembangkan oleh mereka sangat aman, tidak memancarkan radiasi eksternal, dan cocok digunakan dalam perangkat medis seperti alat pacu jantung, jantung buatan, dan koklea dalam tubuh manusia." Penemuan ini bisa menjadi langkah maju dalam dunia teknologi energi dan kesehatan.
baterai nuklir Betavolt teknologi listrik inovasi