Britania Raya dan Prancis sedang berusaha untuk mencapai gencatan senjata di Ukraina setelah ketegangan yang terjadi di Amerika Serikat. Hal ini disampaikan oleh Perdana Menteri Britania Raya, Keir Starmer, yang mengatakan bahwa beberapa negara lain juga bersedia bergabung dalam "Koalisi yang Bersedia" untuk mendukung upaya tersebut.
Setelah pertemuan puncak yang berlangsung di London, posisi Jerman terkait bantuan militer yang baru masih belum jelas. Kanselir Jerman, Olaf Scholz, menegaskan kembali komitmennya untuk memberikan dukungan finansial dan militer kepada Ukraina.
Pertemuan puncak di London ini berlangsung dua hari setelah insiden yang tidak biasa antara Presiden AS Donald Trump, Wakil Presiden AS Vance, dan Presiden Ukraina Volodymyr Selenskyj di Oval Office. Ketegangan antara Washington dan Kiev membuat kemungkinan untuk melanjutkan pembicaraan mengenai kesepakatan sumber daya antara kedua negara tampak tidak mungkin dalam waktu dekat.
Setelah pertemuan puncak, Selenskyj juga mendapatkan kehormatan untuk bertemu dengan Raja Charles III di kediaman kerajaan di Sandringham.
Situasi di Ukraina masih sangat dinamis, dan upaya untuk mencapai gencatan senjata akan terus dipantau oleh banyak negara di dunia. Semua pihak berharap agar perdamaian dapat segera terwujud demi kesejahteraan rakyat Ukraina dan stabilitas kawasan.
Ukraina gencatan senjata Britania Raya Prancis Selenskyj