College Station, Texas – Musim tanam semi telah tiba, dan Mark Smith, seorang tukang kebun bersertifikat, merasa senang karena ketenangan kembali mengisi udara. Tahun lalu, suara bising dari drone pengiriman Amazon Prime Air mengganggu rutinitas paginya. Setiap jam, drone-drone tersebut terbang keluar dari jarak sekitar 800 kaki, tepat di belakang rumahnya, mengganggu ketenangan lingkungan. Warga sekitar menganggap drone-drone itu seperti "gergaji terbang," sementara Smith lebih memilih menyebutnya seperti "tetangga yang menghidupkan mesin peniup daun sepanjang hari."
Sejak lebih dari satu dekade yang lalu, Amazon berupaya untuk mengirimkan barang-barang kecil seperti pasta gigi dan baterai ke halaman rumah dalam waktu kurang dari satu jam. Namun, perjalanan ini menghadapi tantangan teknis dan regulasi. Di College Station, tantangan lain juga muncul, yaitu NIMBY (Not In My Backyard) – sekelompok orang yang menolak adanya pengembangan di sekitar mereka.
Di College Station, yang merupakan kota universitas dengan populasi sekitar 125.000 orang, ratusan warga biasa, termasuk walikota dan pejabat lainnya, bersatu menolak proposal Amazon untuk lebih dari dua kali lipat jumlah penerbangan drone harian. Badan Penerbangan Federal (FAA) menerima sekitar 150 komentar yang menolak rencana tersebut, termasuk dari asosiasi pemilik rumah dan kelompok lainnya.
Pada bulan Januari, Amazon menghentikan sementara penerbangan drone di seluruh negeri untuk melakukan pembaruan perangkat lunak yang masih berlangsung. Perusahaan tersebut berencana untuk mengakhiri sewa mereka di College Station pada tanggal 30 September, yang memungkinkan komunitas yang frustrasi mendapatkan ketenangan secara permanen.
Jika Amazon melaksanakan jumlah penerbangan maksimum yang telah diusulkan dan disetujui oleh FAA, drone tersebut mungkin akan terbang di depan rumah Smith setiap 58 detik selama 15 jam sehari. Namun, saat ini, Smith sudah tidak melihat satu pun drone dalam beberapa minggu terakhir, dan warga setempat melaporkan bahwa satwa liar mulai kembali ke daerah tersebut.
Amazon College Station drone penerbangan warga