Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Presiden Trump Tanda Tangani 75 Perintah Eksekutif di Masa Jabatan Kedua

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, telah menandatangani lebih dari 75 perintah eksekutif sejak memulai masa jabatan keduanya. Tindakan ini telah memicu sekitar 100 gugatan hukum hingga saat ini. Saat ini, sebagian besar perintah tersebut masih dapat bertahan meskipun menghadapi tantangan dari para penentang.

Banjir perintah eksekutif ini telah membuat lawan-lawan Trump kewalahan dan memaksa pengadilan bekerja lebih keras untuk menanggapi situasi ini. Langkah ini sebenarnya sudah direncanakan dengan baik oleh para penasihat dekat Trump, termasuk Stephen Miller, yang merupakan wakil kepala staf. Mereka telah menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk menyusun rencana agar tidak terjadi konflik dan kekacauan seperti yang terlihat pada bulan-bulan awal masa jabatan pertama Trump.

Perintah-perintah baru yang dikeluarkan dalam gelombang kedua ini telah mengklaim kontrol yang lebih besar dari Gedung Putih terhadap lembaga-lembaga yang sebelumnya independen. Selain itu, perintah ini juga mendorong pemecatan sejumlah pegawai pemerintah federal, menghentikan bantuan luar negeri di berbagai belahan dunia, serta membatalkan program keberagaman yang telah ada selama beberapa dekade. Beberapa perintah lainnya terbilang kurang serius, seperti menghentikan penggunaan sedotan kertas secara paksa.

Selama bertahun-tahun, Partai Republik mengkritik Presiden Barack Obama dan Joe Biden karena menggunakan perintah eksekutif untuk memajukan kebijakan yang tidak dapat disetujui oleh Kongres. Mereka berargumen bahwa penggunaan kekuasaan yang tidak terkendali ini melanggar prinsip pemisahan kekuasaan. Kini, Trump lebih banyak mengandalkan praktik ini dibandingkan dengan pendahulunya dan bahkan lebih banyak daripada yang dia lakukan di masa jabatan pertamanya, di mana dia hanya mengeluarkan 12 perintah eksekutif dalam bulan pertamanya.

Perkembangan ini menunjukkan perubahan besar dalam cara pemerintah dijalankan dan menimbulkan pertanyaan tentang batasan kekuasaan eksekutif di Amerika Serikat.

library_books Wsj