Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Kanker Pankreas: Tantangan dan Harapan Baru dalam Pengobatan

Kanker pankreas adalah salah satu jenis kanker yang paling sulit untuk diobati. Di Amerika Serikat, penyakit ini merenggut nyawa hampir 52.000 orang setiap tahun, menjadikannya sebagai penyebab kematian kanker ketiga setelah kanker paru-paru dan kanker kolorektal. Salah satu alasan mengapa kanker ini sulit dideteksi adalah seringkali baru terdiagnosis pada stadium lanjut.

Seiring berjalannya waktu, angka kasus kanker pankreas terus meningkat, terutama di kalangan wanita muda. Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap peningkatan ini adalah meningkatnya angka obesitas. Peneliti memperkirakan bahwa pada tahun 2030, jumlah kematian akibat kanker pankreas akan melebihi kanker kolorektal, karena jenis kanker lainnya semakin mudah diobati dan terdeteksi lebih awal.

Pengobatan yang ditargetkan dan imunoterapi yang telah mengubah pandangan terhadap kanker lainnya belum memberikan dampak yang signifikan pada kanker pankreas. Hal ini disebabkan oleh lokasi organ yang sulit dijangkau serta adanya lingkungan mikro yang padat dengan jaringan fibrosa dan sel-sel yang menciptakan pertahanan di sekitar kanker.

Namun, para dokter di bidang ini merasakan optimisme baru berkat adanya terapi-terapi baru yang sedang dikembangkan. Banyak dari terapi ini menargetkan gen yang disebut KRAS, yang berperan dalam mengontrol pertumbuhan sel. Mutasi pada gen KRAS dapat menyebabkan sel-sel berkembang biak secara tidak terkontrol dan menjadi kanker. Diperkirakan sekitar 90% kasus kanker pankreas memiliki mutasi KRAS, sehingga tumor mereka bisa menjadi rentan terhadap terapi baru.

Sejak tahun 2000, sekitar 480 uji klinis fase awal dan 85 uji klinis fase lanjut untuk kanker pankreas stadium lanjut telah menghasilkan lima persetujuan obat baru, menurut American Cancer Society.

"Kanker pankreas telah menjadi kuburan bagi penemuan obat," kata Dr. Benjamin Weinberg, seorang onkologis medis gastrointestinal di Lombardi Comprehensive Cancer Center di Georgetown University. Namun, para peneliti percaya bahwa dengan terapi baru, terutama yang menargetkan KRAS, masa depan bisa berubah. KRAS dianggap "tak bisa diserang" selama beberapa dekade, sampai terobosan pada tahun 2010-an membuka jalan bagi penelitian lebih lanjut.

Dengan adanya harapan baru ini, para ahli optimis bahwa pengobatan kanker pankreas akan mengalami kemajuan yang signifikan di masa depan.

library_books Wsj