Direktur Rumah Sakit Kamal Adwan di Gaza, Dr. Hussam Abu Safiya, memberikan pernyataan mengejutkan mengenai kondisi tahanan di penjara Israel. Ia melaporkan adanya laporan tentang penyiksaan, kelaparan, dan kondisi yang sangat buruk yang harus dihadapi oleh para tahanan.
Menurut pengacara Dr. Abu Safiya, ia tidak diperbolehkan bertemu siapa pun, termasuk pengacaranya, sejak ditangkap pada 27 Desember hingga 10 Februari. Penangkapan ini terjadi setelah rumah sakit tersebut diserbu oleh pasukan Israel, setelah hampir tiga bulan mengalami blokade yang sangat ketat dan serangan udara yang terus-menerus.
Kementerian Kesehatan Palestina menyatakan bahwa banyak dokter, termasuk Dr. Abu Safiya, telah dibawa ke pusat penahanan untuk diinterogasi. Pengacara Gheed Kassem berhasil mengunjungi Dr. Abu Safiya di penjara Ofer yang terkenal di Tepi Barat yang diduduki, di mana ia telah ditahan selama lebih dari 70 hari setelah menghabiskan hampir dua minggu di kamp penahanan Sde Teiman di gurun Negev.
Selama di Sde Teiman, Dr. Abu Safiya diisolasi selama 14 hari dan kemudian dipindahkan ke Ofer, di mana ia menjalani 25 hari dalam isolasi tambahan. Sekarang, ia ditempatkan di Seksi 24 di Ofer, di mana tahanan dari Gaza terpisah dari tahanan lainnya.
Pengacara Dr. Abu Safiya menggambarkan penyiksaan dan perlakuan buruk di pusat penahanan Israel sebagai "belum pernah terjadi sebelumnya". "Jika kita berbicara tentang penjara Sde Teiman, itu adalah tempat penyembelihan dalam arti sebenarnya," ujarnya.
Ia juga menambahkan, "Kami berbicara tentang tahanan yang terikat selama 10 bulan, tahanan yang anggota tubuhnya diamputasi tanpa perawatan, tahanan lanjut usia yang terikat dan ditutup mata, serta tahanan yang kehilangan berat badan antara 70 hingga 90 kilogram."
Pernyataan ini membuka mata banyak orang mengenai kondisi yang dihadapi oleh para tahanan di Israel dan menyoroti perlunya perhatian lebih terhadap masalah hak asasi manusia di wilayah tersebut.
Kamal Adwan Gaza penahanan torture kondisi kesehatan