Friedrich Merz, yang kemungkinan besar akan menjadi kanselir Jerman berikutnya, telah mencapai kesepakatan penting dengan Partai Hijau mengenai paket multijuta euro untuk pembiayaan pertahanan dan infrastruktur. Merz adalah pemimpin dari Partai Kristen Demokrat (CDU), yang merupakan partai konservatif di Jerman.
Sebelumnya, Merz telah mencapai kesepakatan dengan Partai Sosial Demokrat (SPD) yang berada di tengah-kiri. Namun, untuk meloloskan perubahan batas pinjaman Jerman, ia memerlukan dukungan dari Partai Hijau. Kesepakatan ini berfokus pada "rem utang" yang secara ketat membatasi pinjaman Jerman dan sudah dicantumkan dalam konstitusi Jerman.
Setiap perubahan pada konstitusi memerlukan suara mayoritas dua pertiga di Bundestag, yang kini sudah dimiliki oleh Merz. Rencana reformasi utang yang diajukan bersama oleh partai konservatif dan SPD ini akan mengecualikan pengeluaran untuk pertahanan dari rem utang dan menciptakan dana khusus sebesar €500 miliar (sekitar Rp 8.8 triliun) untuk investasi infrastruktur.
Bundestag, yang merupakan parlemen Jerman, diharapkan dapat meloloskan paket ini pada hari Selasa. Setelah itu, paket ini juga harus disetujui oleh mayoritas dua pertiga di Bundesrat, yang merupakan dewan perwakilan negara bagian.
Merz ingin memastikan dana ini tersedia sebelum parlemen baru mulai bersidang pada 25 Maret. Ia berisiko terhalang oleh peningkatan jumlah anggota parlemen dari kelompok kanan jauh dan kiri jauh. Pemilihan federal di Jerman telah berlangsung bulan lalu, dan hasilnya memunculkan tantangan baru bagi Merz dan partainya.
Jerman Friedrich Merz Partai Hijau pembiayaan pertahanan infrastruktur