Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Perang Dagang Global Mengancam Industri Minuman Beralkohol

Perang dagang global semakin memanas, dengan minuman beralkohol seperti anggur Prancis, whiskey Irlandia, bourbon Kentucky, bir Jepang, dan tequila Meksiko menjadi korban di tengah ketegangan antara Amerika Serikat dan mitra dagang terbesarnya. Hal ini terlihat jelas di provinsi Ontario, Kanada, di mana toko liquor telah mengosongkan rak-rak mereka dari anggur California dan whiskey Tennessee, dan menggantinya dengan produk lokal serta tulisan yang menyatakan: “Demi kebaikan Kanada.”

Di negara bagian Washington, seorang direktur anggur di restoran merasa cemas dengan kedatangan kontainer berisi anggur Eropa yang harganya sangat mahal sehingga tidak bisa dijual. Sementara itu, Gubernur Kentucky berusaha keras untuk menyelamatkan industri bourbon di daerahnya. Di sisi lain, produsen anggur sparkling Amerika bersiap untuk meraup keuntungan dari situasi ini.

Pada hari Kamis, Presiden Trump membuka babak baru dalam konflik ini dengan mengancam akan memberlakukan tarif 200% untuk semua impor minuman beralkohol dari Uni Eropa. Ancaman ini merupakan respons terhadap keputusan Uni Eropa yang akan memberlakukan tarif 50% pada whiskey Amerika.

Peningkatan ketegangan ini menyebabkan kepanikan di kedua sisi Atlantik. Menurut data dari lembaga statistik Uni Eropa, Eurostat, Uni Eropa mengekspor anggur senilai lebih dari $5 miliar ke AS tahun lalu. Hampir setengah dari jumlah tersebut berasal dari Prancis, dan sekitar 40% berasal dari Italia.

Jika tarif 200% diterapkan, banyak botol anggur yang berada di rak toko akan melampaui kisaran harga $20, yang dianggap banyak peminum anggur Amerika sebagai harga yang wajar. "Di atas kisaran harga tersebut, kebanyakan orang mungkin tidak akan membeli," kata Lamberto Frescobaldi, kepala dinasti pembuat anggur Italia yang telah berdiri selama 30 generasi.

Situasi ini menunjukkan bagaimana perang dagang dapat mempengaruhi industri yang selama ini dianggap tidak terpengaruh. Dengan meningkatnya biaya dan ketidakpastian, masa depan banyak produk beralkohol yang populer di pasaran menjadi tidak menentu.

library_books Wsj