Pemerintah Amerika Serikat, melalui administrasi Trump, akan menerapkan aturan baru yang mempengaruhi lebih dari satu juta warga yang tinggal atau berbisnis di 30 kode pos tertentu di California dan Texas. Aturan ini, yang akan mulai berlaku pada bulan April, mengharuskan semua transaksi tunai di atas $200 untuk dilaporkan kepada Financial Crimes Enforcement Network (FinCEN).
Aturan ini merupakan perluasan signifikan dari batasan pelaporan tunai yang biasanya sebesar $10.000. Dengan adanya aturan baru ini, semua bisnis layanan uang (Money Services Businesses/MSBs) di daerah yang terpengaruh harus mengajukan laporan transaksi mata uang (Currency Transaction Reports/CTRs) jika ada transaksi tunai di atas batas tersebut.
Tujuan dari Kebijakan Targeting Geografis (Geographic Targeting Order/GTO) ini adalah untuk memerangi aktivitas ilegal dan pencucian uang yang diduga dilakukan oleh kartel yang berbasis di Meksiko serta aktor kriminal lainnya di sepanjang perbatasan barat daya Amerika Serikat.
Dengan adanya kebijakan ini, pemerintah berharap dapat mencegah tindakan kriminal yang merugikan masyarakat. Namun, banyak yang mengkhawatirkan bahwa aturan ini bisa membuat transaksi keuangan menjadi lebih sulit bagi warga yang tidak terlibat dalam aktivitas ilegal.
Masyarakat diharapkan untuk memahami peraturan baru ini dan bersiap-siap untuk melaporkan transaksi yang lebih besar dari $200 jika mereka tinggal atau berbisnis di salah satu dari 30 kode pos yang ditentukan. Dengan ini, pemerintah berharap dapat mengurangi kejahatan keuangan dan menjaga keamanan ekonomi negara.
Trump keuangan transaksi GTO kode pos laporan