Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Trump Perintahkan Serangan Udara Terhadap Houthi di Yaman

Trump Perintahkan Serangan Udara Terhadap Houthi di Yaman

Pada hari Sabtu, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan perintah kepada militer AS untuk melakukan serangan udara terhadap kelompok pemberontak Houthi di Yaman. Ini merupakan tindakan militer yang paling menonjol selama masa jabatan kedua Trump sejauh ini.

Dalam sebuah unggahan di platform media sosial Truth Social, Trump mengatakan bahwa serangan ini dilakukan sebagai respons terhadap "kampanye perompakan, kekerasan, dan terorisme yang terus-menerus" dari kelompok Houthi. Ia merujuk pada serangan yang dilakukan oleh kelompok tersebut terhadap kapal-kapal di Laut Merah. Laut Merah merupakan jalur perdagangan yang sangat penting, terutama bagi negara-negara seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Israel.

Kelompok Houthi, yang telah terlibat dalam konflik berkepanjangan di Yaman, telah beberapa kali menyerang kapal-kapal yang memiliki hubungan dengan negara-negara tersebut. Serangan ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan negara-negara yang bergantung pada jalur perdagangan tersebut.

Trump juga mengancam Iran untuk menghentikan dukungannya terhadap kelompok Houthi, jika tidak ingin menghadapi tindakan balasan. Ini menunjukkan ketegangan yang semakin meningkat antara AS dan Iran, terutama terkait dengan situasi di Yaman.

Serangan udara ini menjadi perhatian global, mengingat dampaknya terhadap keamanan kawasan dan perdagangan internasional. Banyak yang berharap agar langkah ini dapat mengurangi kekacauan yang ditimbulkan oleh kelompok Houthi dan membawa stabilitas lebih baik bagi Yaman.

Dengan situasi yang terus berkembang, dunia akan terus memantau langkah-langkah selanjutnya yang diambil oleh pemerintah AS dan respon dari kelompok Houthi serta Iran.

library_books Forbes