Penjualan kendaraan Sport Utility Vehicle (SUV) mengalami lonjakan yang signifikan di seluruh dunia. Meskipun ada prediksi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengenai pergeseran yang tak terhindarkan menuju kendaraan yang lebih kecil dan ramah lingkungan, kenyataannya menunjukkan sebaliknya.
Pada tahun 2024, China mencatat penjualan SUV terbesar dengan hampir 11,6 juta unit terjual. Setelah China, negara dengan penjualan SUV terbanyak adalah Amerika Serikat, India, dan Jerman, menurut data dari GlobalData. Hal ini menunjukkan bahwa minat terhadap SUV tetap tinggi, meskipun ada kesadaran yang berkembang tentang dampak lingkungan dari kendaraan berbahan bakar fosil.
Saat ini, sekitar 95% dari SUV yang ada di jalan masih menggunakan bahan bakar fosil. Namun, ada perubahan positif yang terlihat dalam tren penjualan SUV listrik. Pada tahun 2023, lebih dari 20% SUV yang terjual merupakan kendaraan listrik penuh, meningkat signifikan dari hanya 2% pada tahun 2018. Ini menunjukkan adanya pergeseran yang lambat namun pasti menuju kendaraan yang lebih ramah lingkungan.
Namun, di sisi lain, penjualan kendaraan listrik standar (EV) mengalami penurunan di beberapa pasar utama seperti Jepang dan Jerman. Di India, pertumbuhan penjualan EV juga melambat. Hal ini menimbulkan keprihatinan di kalangan ilmuwan iklim yang melihat bahwa meningkatnya penjualan SUV dapat bertentangan dengan upaya untuk mengurangi emisi karbon dan mengatasi perubahan iklim.
Pertumbuhan penjualan SUV yang pesat ini menjadi sorotan, terutama di tengah upaya global untuk mendorong penggunaan kendaraan yang lebih efisien dan berkelanjutan. Dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan, diharapkan masyarakat dapat mempertimbangkan pilihan kendaraan yang lebih ramah lingkungan di masa depan.
SUV kendaraan listrik penjualan mobil lingkungan