Jamaika, 18 Maret 2025 - Untuk pertama kalinya, sebuah permohonan untuk melakukan tambang laut dalam telah diajukan. Dewan Internasional Meeresbodenbehörde (ISA) mulai hari ini mengadakan diskusi selama dua minggu di Jamaika mengenai peraturan untuk penambangan sumber daya di dasar laut.
Permohonan ini diajukan oleh sebuah perusahaan asal Kanada yang berencana untuk mengajukan permohonan pertama untuk tambang laut dalam secara komersial pada akhir Juni mendatang. Namun, banyak negara dan organisasi lingkungan, termasuk Jerman, menganggap penambangan ini berisiko dan meminta penghentian sementara atau moratorium terhadap kegiatan tersebut.
Tambang laut dalam mencakup pengambilan manganknollen, yaitu formasi mineral yang terbentuk selama jutaan tahun di dasar laut. Manganknollen mengandung berbagai sumber daya penting, seperti mangan, kobalt, tembaga, dan nikel, yang dapat digunakan untuk memproduksi baterai, termasuk baterai untuk mobil listrik.
Namun, banyak studi menunjukkan bahwa kegiatan penambangan ini dapat membahayakan ekosistem laut yang masih sedikit diteliti. Beberapa ahli juga meragukan apakah penambangan laut dalam ini benar-benar dibutuhkan untuk mendukung transisi energi menuju sumber daya yang lebih ramah lingkungan.
Diskusi di Jamaika ini diharapkan dapat menghasilkan keputusan yang bijak mengenai masa depan penambangan laut dalam dan dampaknya terhadap lingkungan.
tambang laut dalam lingkungan sumber daya Jamaika