Muhammadiyah Luncurkan Becak Listrik untuk Dukung Pariwisata Yogyakarta
Pada tanggal 18 Maret 2025, Muhammadiyah meluncurkan inovasi baru berupa Becak Listrik yang diberi nama Betrik 1912. Peluncuran ini dilakukan untuk memberdayakan Paguyuban Abang Becak KH Ahmad Dahlan (PABELAN) dan memperkuat identitas Kota Yogyakarta sebagai kota budaya, pariwisata, dan pendidikan.
Dengan adanya becak listrik ini, diharapkan PABELAN Betrik 1912 dapat berkolaborasi dalam menyediakan city tour ke berbagai situs bersejarah yang ada di Kota Yogyakarta dan Muhammadiyah. Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Muchlas MT, menjelaskan bahwa Betrik 1912 merupakan hasil riset hilirisasi yang dilakukan oleh UAD sejak tahun 2018. Riset ini dilakukan bekerja sama dengan Pemerintah Kota Yogyakarta, khususnya melalui Dinas Perhubungan.
Muchlas juga menambahkan, "Baterai dan motor yang digunakan pada becak listrik ini telah melalui proses riset, sehingga konsumsi energinya cukup efisien. Artinya, becak ini tidak perlu terlalu sering diisi ulang."
Ke depan, akan dibangun tempat pengisian daya yang berlokasi di halaman Hotel SM, Jalan KH Ahmad Dahlan, Yogyakarta. Penelitian untuk membuat stasiun pengisian ini sudah dilakukan, dan waktu yang dibutuhkan untuk mengisi baterai dari 0 persen sampai penuh adalah kurang lebih satu jam.
Gerakan peluncuran Becak Listrik ini mendapatkan sambutan positif dari Wakil Walikota Yogyakarta, Wawan Harmawan. Bahkan, ia turut serta mengemudikan Betrik 1912 dengan penumpang pertama, Ketua PP Muhammadiyah, Agung Danarto.
Direktur Syariah dan Sustainability Bank Danamon, Herry Hykmanto, juga memberikan dukungan. Ia berharap dana CSR yang disalurkan melalui Muhammadiyah dapat mendorong peningkatan ekonomi masyarakat.
Dengan adanya inovasi seperti ini, Muhammadiyah semakin menunjukkan komitmennya untuk berkontribusi dalam pengembangan kota dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Becak Listrik Muhammadiyah Yogyakarta PABELAN pariwisata