Lebih dari 200 orang yang diduga anggota geng narkoba dari Venezuela telah dideportasi oleh Amerika Serikat ke El Salvador. Tindakan ini dilakukan meskipun ada perintah dari pengadilan untuk menghentikan deportasi tersebut.
Presiden AS, Donald Trump, memerintahkan deportasi ini berdasarkan undang-undang kuno yang dikenal sebagai "Alien Enemies Act" yang sudah ada sejak tahun 1798. Undang-undang ini memungkinkan presiden untuk menghindari prosedur biasa di pengadilan imigrasi dan memindahkan orang asing dari negara yang dianggap sebagai "musuh".
Namun, undang-undang ini hanya bisa diterapkan jika AS sudah menyatakan perang terhadap negara musuh atau jika presiden merasa ada ancaman yang serius, seperti invasi. Trump berargumen bahwa ada ancaman tersebut, sehingga ia mengambil tindakan ini.
Beberapa organisasi hak asasi manusia meminta pengadilan di Washington untuk menghentikan deportasi tersebut. Mereka berpendapat bahwa undang-undang tahun 1798 tidak seharusnya digunakan dalam keadaan damai. Hakim James Boasberg kemudian memutuskan untuk menghentikan semua deportasi yang berdasarkan perintah Trump selama 14 hari. Namun, saat keputusan itu diambil, pesawat yang membawa para anggota geng sudah dalam perjalanan menuju El Salvador.
Sejak menjabat, Trump telah mengambil langkah-langkah tegas terhadap imigran dan kini menargetkan organisasi kriminal Venezuela yang dikenal sebagai "Tren de Aragua". Pada bulan Februari, pemerintah AS mengklasifikasikan geng ini sebagai organisasi teroris dan menganggapnya berbahaya bagi keamanan. "Tren de Aragua" dibentuk pada tahun 2014 di penjara Tocorón di negara bagian Aragua, Venezuela. Geng ini dituduh bertanggung jawab atas berbagai kejahatan, termasuk pembunuhan, penculikan, pencurian, perdagangan narkoba, prostitusi, pemerasan, dan perdagangan manusia.
AS deportasi geng narkoba El Salvador Trump