Arsip Nasional Amerika Serikat telah merilis lebih dari 1.100 dokumen mengenai pembunuhan Presiden John F. Kennedy yang terjadi pada tahun 1963. Keputusan ini diambil setelah perintah dari mantan Presiden Donald Trump. Dokumen-dokumen tersebut dipublikasikan di situs resmi Arsip Nasional pada Selasa malam waktu setempat.
Dokumen-dokumen ini dapat diakses secara online dan juga dapat dilihat secara langsung di Arsip Nasional yang terletak dekat dengan ibu kota AS, Washington, D.C. Menurut Arsip Nasional, koleksi dokumen tentang pembunuhan Kennedy ini sudah terhimpun dalam jutaan halaman, foto, dan media elektronik lainnya, di mana banyak dari dokumen tersebut telah tersedia untuk publik sebelum rilis terbaru ini.
Namun, beberapa dokumen masih disimpan secara rahasia. Pengelola Arsip Nasional menyatakan bahwa dokumen-dokumen tersebut tidak dapat dipublikasikan karena dapat membahayakan aspek pertahanan militer, operasi intelijen, penegakan hukum, atau hubungan luar negeri.
Sejumlah sejarawan kini tengah mempelajari dokumen-dokumen baru ini. Meskipun ada harapan bahwa dokumen tersebut bisa memberikan informasi baru yang signifikan mengenai pembunuhan Kennedy, para ahli tidak mengharapkan adanya pengungkapan yang mengubah pandangan umum tentang insiden tersebut. Selama bertahun-tahun, pembunuhan Presiden ke-35 Amerika Serikat ini telah memunculkan berbagai teori konspirasi.
Komisi penyelidikan yang dibentuk untuk menyelidiki kasus ini menyimpulkan bahwa pelaku pembunuhan adalah Lee Harvey Oswald yang bertindak sendiri. Sayangnya, Oswald tidak pernah bisa memberikan kesaksian di pengadilan karena dia tewas ditembak oleh pemilik klub malam, Jack Ruby, hanya dua hari setelah pembunuhan itu. Sampai hari ini, tidak ada bukti yang dapat membantah versi resmi mengenai pembunuhan tersebut. Meskipun demikian, keraguan dan ketidakpercayaan terhadap versi resmi masih terus ada, dan berbagai teori alternatif terus beredar di masyarakat.
dokumen pembunuhan Kennedy Trump arsip nasional