Di Turki, situasi politik sedang memanas setelah penangkapan Ekrem İmamoğlu, seorang pemimpin oposisi dan wali kota Istanbul. Penangkapan ini terjadi hanya beberapa hari sebelum İmamoğlu dijadwalkan untuk dicalonkan sebagai kandidat presiden dari Partai Rakyat Republik (CHP), yang merupakan partai sosial-demokrat.
Penangkapan İmamoğlu memicu reaksi keras dari masyarakat. Meskipun ada larangan, ribuan orang turun ke jalan di Istanbul untuk memprotes tindakan pemerintah. Menurut laporan dari Halk TV, protes juga terjadi di ibu kota Ankara. Masyarakat menunjukkan ketidakpuasan terhadap pemerintah saat ini.
Partai CHP menyebut penangkapan ini sebagai "pemberontakan sipil". Mereka menuduh pemerintah Presiden Recep Tayyip Erdoğan berusaha untuk menyingkirkan İmamoğlu dari panggung politik. Namun, pemerintah Erdoğan membantah semua tuduhan ini. Menurut Menteri Kehakiman Yılmaz Tunç, İmamoğlu sedang diselidiki atas tuduhan korupsi dan dukungan terhadap organisasi teroris. Tunç juga menyatakan bahwa Erdoğan tidak terlibat dalam penangkapan wali kota Istanbul dan sekitar 100 orang lainnya.
Kritik juga datang dari luar negeri. Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Prancis menyatakan bahwa penangkapan ini dapat memiliki "konsekuensi serius bagi demokrasi Turki". Sementara itu, organisasi hak asasi manusia Human Rights Watch menyebut tuduhan terhadap İmamoğlu sebagai "bermotivasi politik dan tidak berdasar". Mereka juga mendesak agar İmamoğlu segera dibebaskan.
Keadaan ini menunjukkan ketegangan yang semakin tinggi di Turki, di mana kebebasan berbicara dan hak-hak politik sedang diuji. Rakyat Turki kini menantikan perkembangan selanjutnya terkait kasus ini.
Turki Ekrem İmamoğlu penangkapan protes demokrasi