Elon Musk dan Transparansi Departemen DOGE
Elon Musk, pendiri Tesla dan SpaceX, baru-baru ini mengumumkan bahwa Departemen Efisiensi Pemerintah yang dikenal sebagai DOGE akan beroperasi dengan "transparansi maksimal." Namun, laporan dari The New York Times menunjukkan bahwa departemen ini tidak sepenuhnya memenuhi janjinya.
Dalam beberapa pekan terakhir, DOGE telah memposting beberapa kesalahan besar di situs webnya. Salah satu kesalahan yang mencolok adalah ketika DOGE mengklaim telah menghemat $8 miliar, padahal kontrak yang dibatalkan hanya bernilai $8 juta, dan sudah dibayar sebesar $2,5 juta.
Lebih parahnya, setelah kesalahan tersebut terungkap, DOGE diduga berusaha menutupi kesalahan dengan menghapus detail yang mengidentifikasi pemotongan dari situs web mereka. Bahkan, informasi tersebut dihapus juga dari kode yang memudahkan publik untuk memverifikasi dan melacak data tersebut.
Noah Goodall, seorang peneliti transportasi independen, mengatakan, "DOGE mengeluarkan beberapa angka yang tidak masuk akal dan mereka mengganti-ganti informasi. Hal ini sangat mirip dengan apa yang dilakukan Tesla. Saya merasa mereka tidak benar-benar peduli dengan kebenaran."
Selama hampir satu dekade, Goodall dan peneliti lainnya telah memantau rilis publik dari Tesla mengenai fitur Autopilot dan Full Self-Driving. Fitur-fitur ini dirancang untuk membuat berkendara lebih aman dan kurang stres. Namun, para peneliti keselamatan mengklaim bahwa perusahaan mobil milik Musk ini memiliki sejarah panjang dalam memberikan statistik yang bisa menyesatkan.
Kini, tampaknya departemen pemerintah yang dipimpin Musk juga mengikuti jejak tersebut. Dengan adanya laporan ini, banyak yang mulai meragukan komitmen Musk terhadap transparansi yang ia janjikan.
Kegiatan DOGE menjadi sorotan publik, dan banyak yang berharap agar mereka dapat segera memperbaiki kesalahan dan kembali ke jalur yang benar.
Elon Musk DOGE transparansi laporan keuangan Tesla