Menurut laporan terbaru dari PBB, gletser di seluruh dunia mengalami pencairan yang tercepat dalam sejarah. Dalam tiga tahun terakhir, gletser kehilangan lebih banyak es dibandingkan sebelumnya, dengan total sekitar 9.000 gigaton es yang telah mencair sejak tahun 1975. Dalam lima dari enam tahun terakhir, peningkatan kehilangan es telah tercatat. Hanya pada tahun 2024, gletser kehilangan 450 gigaton massa es.
Laporan tersebut memperingatkan bahwa pencairan es ini, yang terjadi dari Arktik hingga Alpen, serta dari Amerika Selatan hingga dataran tinggi Tibet, diperkirakan akan semakin cepat. Perubahan iklim yang disebabkan oleh pembakaran bahan bakar fosil menyebabkan suhu global meningkat. Akibatnya, permukaan laut juga naik, dan sumber air penting di seluruh dunia semakin berkurang.
Dampak dari pencairan gletser ini berdampak langsung pada sekitar 1,1 miliar orang yang tinggal di daerah pegunungan. Peningkatan suhu akan memperburuk kekeringan di daerah yang bergantung pada salju sebagai sumber air tawar. Selain itu, risiko bencana seperti longsoran salju, tanah longsor, banjir bandang, dan letusan danau gletser juga meningkat.
Penting bagi kita untuk menyadari bahwa perubahan iklim dan dampaknya terhadap gletser adalah masalah serius. Kehilangan es tidak hanya mengancam ekosistem, tetapi juga kehidupan manusia yang bergantung pada sumber daya air dari gletser.
Gletscher Schmelze Klimawandel UN-Bericht Wasserversorgung