Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Militer Sudan Kembali Kuasai Istana Kepresidenan di Khartoum

Militer Sudan mengumumkan bahwa mereka telah berhasil merebut kembali Istana Kepresidenan di Khartoum pada hari Jumat, setelah hampir dua tahun bertempur dengan pasukan paramiliter. Istana yang dikenal dengan nama Istana Republik ini merupakan tempat terakhir yang dikuasai oleh pasukan paramiliter yang dikenal sebagai Rapid Support Forces (RSF) di ibu kota Sudan. Menurut militer Sudan, keberhasilan ini merupakan kemenangan simbolis yang sangat besar.

Di media sosial, terlihat tentara Sudan sedang merekam diri mereka di dalam istana dan mencatat bahwa hari tersebut adalah hari ke-21 bulan Ramadan, bulan puasa suci bagi umat Muslim, yang bertepatan dengan hari Jumat ini.

Namun, kondisi di dalam istana tampak sangat memprihatinkan. Para tentara terlihat melangkah di atas ubin-ubin yang patah sambil meneriakkan, "Allah Maha Besar!" Kejadian ini menunjukkan dampak dari pertikaian yang berkepanjangan di negara tersebut.

Pertikaian antara militer Sudan dan RSF telah menyebabkan puluhan ribu orang kehilangan nyawa dan memaksa jutaan orang untuk meninggalkan rumah mereka. Meskipun militer Sudan mengklaim telah meraih kemenangan, RSF masih menguasai banyak wilayah di Sudan barat. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa konflik ini tidak akan segera berakhir, meskipun ada perkembangan yang positif bagi militer Sudan.

Kondisi di Sudan saat ini sangat mengkhawatirkan, dan banyak orang berharap agar perdamaian dapat segera terwujud. Pertikaian yang berkepanjangan ini tidak hanya berdampak pada militer dan paramiliter, tetapi juga pada kehidupan sehari-hari masyarakat Sudan yang sudah menderita akibat kekerasan dan ketidakpastian.

library_books Dwnews