Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Israel Serang Target Hezbollah di Lebanon Selatan

Israel Serang Target Hezbollah di Lebanon Selatan

Israel mengumumkan bahwa mereka telah meluncurkan serangan terhadap target-target Hezbollah di selatan Lebanon. Serangan ini dilakukan setelah Israel melaporkan bahwa roket telah ditembakkan dari daerah Lebanon yang dekat dengan perbatasan.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, memerintahkan untuk menyerang "puluhan target teroris" setelah militer Israel mengklaim telah menembak jatuh tiga roket yang diluncurkan dari distrik Lebanon tersebut. Ini adalah pertukaran tembakan terberat sejak gencatan senjata yang dimediasi oleh Amerika Serikat pada bulan November lalu, yang mengakhiri pertempuran antara Israel dan kelompok militan Lebanon, Hezbollah.

Menurut media negara Lebanon, satu orang dilaporkan tewas akibat serangan ini.

Dalam perjanjian gencatan senjata, tentara Israel seharusnya menarik diri sepenuhnya dari selatan Lebanon. Namun, Israel masih mempertahankan lima pos militer di dekat perbatasan. Pemerintah Lebanon menganggap keberadaan pasukan ini di wilayahnya sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata.

Kepala Angkatan Bersenjata Israel, Eyal Zamir, mengingatkan bahwa militer Israel akan "menanggapi dengan keras" setiap peluncuran roket. Sementara itu, Perdana Menteri Lebanon, Nawaf Salam, memperingatkan bahwa negaranya berisiko terjebak dalam "perang baru" jika ketegangan ini terus berlanjut.

Ketegangan antara Israel dan Lebanon sudah berlangsung lama, dan serangan ini menunjukkan bahwa situasi masih sangat rentan. Keberadaan pasukan Israel di Lebanon selatan terus menjadi sumber konflik dan perdebatan di antara kedua negara.

library_books Dwnews