Masyarakat di seluruh dunia akan memperingati Hari Hak Atas Kebenaran Internasional pada tanggal 24 Maret 2025. Tanggal ini dipilih oleh PBB untuk menghormati kehidupan Uskup Agung Oscar Arnulfo Romero, seorang tokoh yang berani melawan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di El Salvador. Uskup Agung Romero dibunuh pada 24 Maret 1980 karena perjuangannya dalam membela hak-hak rakyat.
Saat ini, kejahatan kemanusiaan yang tidak ditangani dengan baik oleh negara dapat menyebabkan ketidakpastian. Salah satu contoh yang terjadi di Indonesia adalah kasus penculikan yang melibatkan pejabat tinggi pada tahun 1997-1998. Ironisnya, pejabat tersebut bisa terpilih menjadi Presiden melalui pemilihan umum pada tahun 2024.
Indonesia juga pernah memiliki Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR), yang bertujuan untuk mengatasi pelanggaran HAM di masa lalu. Namun, regulasi yang ada ternyata bermasalah, terutama terkait amnesti bagi para pelaku kejahatan. Hal ini menunjukkan bahwa masih ada pengaruh negatif di dalam ruang politik dan publik. Dibatalkannya Undang-Undang KKR menjadi alasan negara tidak serius dalam menggali dan mengungkap kebenaran, serta mengadili para pelaku kejahatan.
Webinar ini akan menghadirkan berbagai akademisi dan pegiat kemanusiaan di Indonesia. Mereka diharapkan dapat memberikan wawasan lebih dalam mengenai pentingnya hak atas kebenaran dan perlunya keadilan bagi korban pelanggaran HAM.
Pesan yang ingin disampaikan adalah, "Hidup Korban! Jangan Diam! LAWAN!!!". Dengan demikian, diharapkan semua pihak dapat berperan aktif dalam memperjuangkan hak asasi manusia di Indonesia dan seluruh dunia.
webinar hak asasi manusia kebenaran internasional Oscar Romero Indonesia