George Foreman, seorang petinju legendaris dari Amerika Serikat, telah meninggal dunia pada usia 76 tahun. Kabar duka ini mengejutkan dunia olahraga, terutama penggemar tinju.
Foreman dikenal luas setelah meraih medali emas dalam Olimpiade 1968. Ia kemudian menjadi juara dunia tinju kelas berat sebanyak dua kali, dengan jarak 21 tahun di antara gelar-gelar tersebut. Keberhasilannya yang kedua membuatnya tercatat sebagai juara tertua dalam sejarah tinju, yaitu pada usia 45 tahun.
Salah satu momen paling terkenal dalam kariernya adalah saat ia kehilangan gelar pertamanya kepada Muhammad Ali dalam pertarungan yang dikenal dengan nama "Rumble in the Jungle" pada tahun 1974. Pertandingan ini merupakan salah satu yang paling ikonik dalam sejarah tinju.
Sepanjang kariernya, Foreman mencatatkan total kemenangan yang mengesankan, yaitu 76 kali. Prestasi ini membuatnya menjadi salah satu petinju terhebat sepanjang masa.
Selain karier tinjunya, Foreman juga dikenal melalui produk grill yang dinamai menurut namanya, yang sukses besar di pasaran. Grill tersebut menghasilkan jutaan dolar, berkat slogan terkenalnya, "Lean Mean Grilling Machine".
Majalah The Ring, yang sering disebut sebagai "Alkitab Tinju", menggambarkan Foreman sebagai "salah satu petinju kelas berat terhebat sepanjang masa". Penghormatan ini menunjukkan betapa besarnya dampak yang dimiliki Foreman dalam dunia tinju.
Tribut dan penghormatan untuk George Foreman dapat dibaca lebih lanjut melalui akun berita resmi @BBCNews.
Kepergian George Foreman meninggalkan jejak yang mendalam dalam sejarah olahraga, dan ia akan selalu dikenang sebagai salah satu legenda tinju.
George Foreman petinju dunia tinju meninggal legenda