Beirut, Libanon – Untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan terakhir, militan di Libanon meluncurkan serangan roket ke arah Israel. Menurut laporan, serangan ini ditanggapi oleh Angkatan Udara Israel dengan melancarkan serangan ke puluhan lokasi yang diduga merupakan basis milisi Hisbollah. Namun, Hisbollah membantah bahwa mereka bertanggung jawab atas serangan tersebut. Sumber dari keamanan Lebanon menyebutkan bahwa ini adalah serangan pertama oleh milisi tersebut sejak dimulainya gencatan senjata.
Angkatan Bersenjata Israel melaporkan bahwa mereka telah berhasil mencegat tiga roket yang diluncurkan dari wilayah Lebanon. Dalam pernyataannya, Menteri Pertahanan Israel, Yoav Katz, menegaskan bahwa Israel tidak akan mengizinkan serangan semacam itu. "Kami telah berjanji untuk memberikan keamanan kepada masyarakat di daerah ini, dan itulah yang akan kami lakukan," ujarnya.
Sebagai respons, militer Israel menyerang beberapa lokasi di selatan Lebanon menggunakan artileri, tank, dan senapan mesin. Pesawat tempur juga terlihat terbang di atas daerah tersebut. Dalam serangan ini, dilaporkan setidaknya enam orang tewas, termasuk seorang gadis.
Serangan ini terjadi di perbatasan kedua negara setelah Israel baru saja meluncurkan ofensif baru di Gaza, yang secara de facto mengakhiri gencatan senjata dengan kelompok Hamas. Selain itu, kelompok Huthi di Yaman juga kembali meluncurkan roket ke arah Israel. Di pusat kota Tel Aviv, terdengar ledakan yang keras, meskipun belum ada laporan mengenai korban atau kerusakan akibat serangan tersebut. Menurut laporan militer Israel, mereka berhasil mencegat satu roket yang diluncurkan dari Yaman.
Huthi, seperti Hamas di Gaza dan Hisbollah di Lebanon, merupakan bagian dari apa yang disebut Iran sebagai "front perlawanan" melawan Israel.
Di Israel, pada malam hari, terjadi protes besar-besaran terhadap pemerintah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Menurut media setempat, lebih dari 100.000 peserta hadir dalam demonstrasi tersebut, menuduh pemerintah mengancam keselamatan para sandera dengan mengobarkan kembali konflik di Gaza.
Libanon Israel serangan roket Hisbollah Huthi Gaza