Mong Kok, Hong Kong – Dundas Cafe, sebuah kafe bergaya Hong Kong yang telah beroperasi selama hampir satu dekade, akan menutup pintunya pada 31 Maret. Kafe ini dikenal sebagai tempat perlindungan bagi hampir 300 kucing terlantar, namun pemiliknya, Siu Lam-lam, mengungkapkan bahwa biaya sewa yang tinggi tidak lagi dapat ditanggung oleh pendapatan bisnis.
Siu, yang membuka Dundas Cafe pada tahun 2016, mengatakan bahwa sewa bulanan kafe tersebut mencapai HK$70.000 (sekitar Rp 130 juta), dan dengan semakin banyak pelanggan yang memilih makanan lebih murah dan berlibur ke daratan China, penghasilan kafe semakin menurun. "Saya tidak bisa lagi membayar sewa," katanya.
Sejak awal 2017, Siu mulai mengadopsi kucing-kucing terlantar dan telah merawat lebih dari 280 ekor. Meskipun dia berhasil menemukan rumah bagi hampir semua kucing tersebut, masih ada sekitar 40 kucing yang membutuhkan pemilik yang bertanggung jawab.
"Mencari rumah yang cocok untuk kucing-kucing saya seperti menikahkan putri saya sendiri. Ini bukan sekadar menyingkirkan mereka; saya perlu memastikan bahwa saya tidak menyelamatkan mereka dari satu situasi sulit hanya untuk mendorong mereka ke situasi sulit lainnya," jelas Siu dengan penuh emosi.
Penutupan Dundas Cafe menjadi berita sedih bagi banyak pecinta kucing dan pengunjung setia kafe tersebut. Selama bertahun-tahun, kafe ini tidak hanya menyediakan makanan lezat, tetapi juga memberikan tempat aman bagi kucing-kucing yang terlantar.
Dengan penutupan ini, nasib 40 kucing yang masih belum diadopsi menjadi perhatian utama. Siu berharap agar kucing-kucing tersebut dapat menemukan rumah yang baik sebelum kafe tutup.
Dundas Cafe telah menjadi simbol kepedulian terhadap hewan di Hong Kong, dan keputusannya untuk tutup menandai akhir dari sebuah era bagi banyak orang.
Kisah ini menjadi pengingat bagi kita semua tentang pentingnya adopsi hewan dan tanggung jawab dalam merawat makhluk hidup.
Dundas Cafe kucing terlantar Hong Kong tutup Mong Kok