Pada tanggal 23 Maret 2025, sebuah pengadilan di Turki memutuskan untuk menahan Bupati Istanbul, Ekrem İmamoğlu, karena dugaan korupsi. Menurut laporan dari kantor berita Anadolu, penahanan ini diambil setelah permintaan dari Jaksa Penuntut Umum Istanbul.
İmamoğlu, yang merupakan saingan politik Presiden Recep Tayyip Erdoğan, kini dihadapkan pada hakim untuk menentukan nasibnya. Namun, waktu pasti keputusan hakim mengenai apakah İmamoğlu akan ditahan dalam proses penyelidikan masih belum diketahui.
Selain İmamoğlu, hampir 90 orang lainnya juga dibawa ke pengadilan di Istanbul. İmamoğlu menghadapi dua kasus terpisah yang berkaitan dengan tuduhan terorisme dan korupsi. Dalam kasus korupsi, ia dituduh terlibat dalam organisasi kriminal, pemerasan, suap, penipuan, dan manipulasi tender. Sementara dalam kasus terorisme, ia dituduh mendukung Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang dilarang.
İmamoğlu dengan tegas membantah semua tuduhan tersebut. Banyak kritikus berpendapat bahwa tindakan pemerintah ini bertujuan untuk menghilangkan pesaing politik dan menilai bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar. Di jalanan, protes terhadap penangkapan İmamoğlu semakin meluas. Pada hari Sabtu, puluhan ribu orang turun ke jalan di seluruh negeri untuk mengekspresikan ketidakpuasan mereka.
Di Istanbul dan Ankara, polisi menggunakan semprotan merica untuk membubarkan demonstran. Menurut laporan dari koresponden ARD, Katharina Willinger, "beberapa puluh ribu" orang berkumpul di depan balai kota di Istanbul, dan beberapa dari mereka melemparkan petasan. Polisi membalas dengan menggunakan gas air mata terhadap kerumunan tersebut. Menteri Dalam Negeri Ali Yerlikaya menyatakan bahwa sebanyak 323 orang telah ditangkap dalam aksi tersebut.
İmamoğlu dianggap sebagai calon kuat untuk bersaing melawan Presiden Erdoğan. Meskipun ditangkap, ia direncanakan akan dinyatakan sebagai calon presiden oleh partai oposisi CHP pada hari ini.
İmamoğlu korupsi Turki penangkapan demonstrasi