Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Perusahaan Bioteknologi 23andMe Mengajukan Kebangkrutan

Perusahaan bioteknologi 23andMe, yang dikenal dengan layanan tes DNA, baru-baru ini mengajukan kebangkrutan. Hal ini diumumkan bersamaan dengan pengunduran diri Anne Wojcicki, pendiri dan CEO perusahaan tersebut, yang efektif segera.

23andMe mengungkapkan bahwa dana yang didapat dari penjualan aset akan digunakan untuk menyelesaikan semua kewajiban hukum yang tertunda, terutama terkait insiden siber besar yang terjadi pada bulan Oktober 2023. Perusahaan ini terpaksa setuju untuk membayar penyelesaian sebesar 30 juta dolar AS setelah kebocoran data yang mengakibatkan 6,9 juta pengguna terkena dampak.

Dahulu, 23andMe pernah memiliki nilai pasar sekitar 6 miliar dolar AS, namun pada bulan Oktober 2024, nilai perusahaan ini merosot hingga 98 persen. Hal ini disebabkan oleh penurunan kepercayaan publik dan pengunduran diri semua anggota dewan independen pada bulan September.

Sebagai langkah selanjutnya, 23andMe telah mengajukan permohonan ke Pengadilan Kebangkrutan AS untuk menjual semua asetnya dalam proses yang akan berlangsung selama 45 hari. Selama waktu ini, perusahaan akan mencari calon pembeli dan kemudian mengadakan lelang.

Selain itu, pada bulan November 2024, perusahaan ini mengumumkan rencana untuk memberhentikan sekitar 40 persen karyawan sebagai bagian dari program restrukturisasi. Mereka juga akan menghentikan pengembangan lebih lanjut teknologi tes yang mereka miliki.

Bagi karyawan yang tersisa, 23andMe menyatakan bahwa mereka telah mengajukan permohonan resmi ke pengadilan untuk mendapatkan berbagai bantuan, termasuk izin untuk membayar gaji dan manfaat karyawan serta kompensasi bagi beberapa vendor dan pemasok agar tetap dapat beroperasi.

library_books Mashable