Pemerintah Indonesia telah resmi menetapkan sejumlah nama untuk mengisi kepengurusan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). Pengumuman ini disampaikan oleh Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani, pada hari Senin, 24 Maret 2025.
Dalam pengumuman tersebut, terdapat beberapa nama besar yang diangkat sebagai pengurus BPI Danantara. Di posisi Dewan Pengarah/Penasehat, terdapat nama Joko Widodo (Jokowi), yang merupakan Presiden Republik Indonesia saat ini, dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mantan Presiden Indonesia yang telah menjabat selama dua periode.
Selain itu, BPI Danantara juga mengundang tokoh dari luar negeri untuk bergabung sebagai Dewan Penasehat. Salah satu nama yang disebutkan adalah Raymond Thomas Dalio, yang lebih dikenal dengan nama Ray Dalio. Ia merupakan seorang konglomerat sukses asal Amerika Serikat yang dikenal luas berkat karyanya di dunia investasi.
Pengangkatan tokoh-tokoh ini diharapkan dapat memberikan pengaruh positif dan membantu dalam pengembangan investasi di Indonesia. Dengan melibatkan tokoh-tokoh berpengalaman, pemerintah berharap BPI Danantara dapat berkontribusi lebih besar dalam perekonomian negara.
Keberadaan BPI Danantara ini sangat penting karena lembaga ini bertanggung jawab untuk mengelola dan mengembangkan investasi, sehingga diharapkan dapat menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dengan adanya pengurus yang berpengalaman dan berpengaruh, banyak yang berharap BPI Danantara bisa menjadi lembaga yang sukses dalam menarik investasi baik dari dalam maupun luar negeri.
BPI Danantara Joko Widodo Susilo Bambang Yudhoyono Ray Dalio