Penduduk Hong Kong yang mengunjungi departemen kecelakaan dan darurat (A&E) publik untuk perawatan yang tidak mendesak mungkin harus membayar sekitar dua kali lipat dari harga saat ini, yaitu HK$180 (sekitar Rp 400.000). Ini merupakan bagian dari reformasi biaya kesehatan yang sedang direncanakan oleh pemerintah.
Menurut sumber yang terpercaya, perubahan ini diharapkan mulai berlaku pada tahun depan. Peningkatan biaya ini diharapkan dapat membantu pemerintah dalam mengelola sistem kesehatan yang semakin mahal.
Selain itu, penduduk juga dapat mengajukan permohonan untuk mendapatkan bantuan biaya medis jika pengeluaran tahunan mereka melebihi batas tertentu. Salah satu informasi yang bocor dari dalam menyebutkan bahwa batas pengeluaran tersebut adalah HK$10,000 (sekitar Rp 22.000.000).
Reformasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa pelayanan kesehatan di Hong Kong tetap dapat diakses oleh semua orang, meskipun ada penyesuaian biaya. Pemerintah berharap langkah ini bisa mendorong masyarakat untuk lebih bijaksana dalam menggunakan layanan kesehatan, sehingga hanya yang benar-benar membutuhkan yang akan datang untuk mendapatkan perawatan.
Dengan adanya perubahan ini, masyarakat Hong Kong diharapkan bisa lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan dan menggunakan layanan kesehatan dengan bijak. Masyarakat juga diharapkan dapat mempersiapkan diri untuk biaya yang mungkin meningkat di masa depan.
Hong Kong biaya kesehatan reformasi perawatan non-darurat