Khan Younis, Gaza – Setidaknya lima orang tewas dan beberapa lainnya mengalami luka-luka akibat serangan udara yang dilakukan Israel yang menargetkan Rumah Sakit Nasser di Khan Younis, Gaza selatan, pada malam Minggu. Serangan ini menghancurkan sebagian besar gedung rumah sakit, sehingga memaksa evakuasi seluruh departemen, menurut pernyataan dari kementerian kesehatan Gaza.
Militer Israel mengakui telah melakukan pemboman tersebut, dengan alasan bahwa serangan itu ditujukan kepada "teroris". Di antara yang tewas adalah Ismail Barhoum, seorang tokoh politik senior Hamas, yang sedang dirawat di rumah sakit akibat luka-luka yang didapatnya dari serangan Israel sebelumnya.
Hamas mengecam serangan ini sebagai "pembunuhan Zionis yang pengecut" dan menuduh Israel sengaja menargetkan pemimpin Palestina, warga sipil, serta sistem kesehatan Gaza yang sudah sangat hancur.
Dampak dari serangan udara ini sangat besar, karena rumah sakit di Gaza semakin sulit untuk berfungsi. Banyak rumah sakit yang telah menjadi sasaran serangan Israel, yang membuat mereka tidak dapat memberikan perawatan yang diperlukan kepada pasien.
Kelompok hak asasi manusia dan pakar hukum telah mengutuk serangan ini sebagai pelanggaran nyata terhadap hukum internasional. Mereka menyatakan bahwa serangan terhadap fasilitas kesehatan adalah tindakan yang sangat tidak manusiawi dan melanggar norma-norma yang telah disepakati di dunia.
Krisis kemanusiaan di Gaza semakin memburuk akibat serangan yang terus-menerus ini, dan banyak orang yang membutuhkan bantuan medis mendesak. Dengan situasi yang semakin genting, banyak pihak menyerukan agar pelanggaran ini dihentikan dan agar perlindungan terhadap warga sipil dan fasilitas kesehatan ditegakkan.
serangan udara Israel Gaza rumah sakit Hamas