Anggota Komisi III Fraksi PDI Perjuangan, Dewi Juliani, meminta kepada Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk melakukan evaluasi terhadap strategi pengamanan mereka. Permintaan ini muncul setelah insiden tragis yang menewaskan tiga anggota Polri dalam sebuah penggerebekan judi sabung ayam di Way Kanan, Lampung.
Dewi Juliani menyatakan bahwa kejadian ini bukan hanya sekadar sebuah tragedi, tetapi juga merupakan alarm serius yang menunjukkan adanya celah besar dalam strategi pengamanan yang diterapkan oleh pihak kepolisian. "Tewasnya tiga anggota Polri dalam penggerebekan judi sabung ayam di Way Kanan bukan sekadar kejadian tragis, ini adalah alarm keras yang menunjukkan celah besar dalam strategi pengamanan kita," ungkapnya.
Dalam pernyataannya, Dewi juga mempertanyakan bagaimana mungkin aparat yang seharusnya menjaga keamanan justru menjadi korban dalam operasi yang seharusnya terkendali. Ia menekankan bahwa mitigasi risiko seharusnya menjadi prioritas utama dalam setiap operasi yang dilakukan oleh kepolisian. "Bukankah mitigasi risiko harusnya jadi prioritas utama? Ini bagian dari mitigasi risiko yang wajib dioptimalkan," tegasnya.
Insiden ini mengundang perhatian masyarakat luas, terutama mengenai bagaimana pihak kepolisian dapat meningkatkan strategi dan langkah-langkah pengamanan mereka agar kejadian serupa tidak terulang di masa yang akan datang. Banyak yang berharap agar Polri dapat belajar dari kejadian ini dan memperbaiki sistem pengamanannya dengan lebih baik.
Dengan adanya evaluasi dan perbaikan yang tepat, diharapkan keamanan masyarakat dapat terjaga dan aparat kepolisian dapat menjalankan tugasnya tanpa harus menjadi korban dalam menjalankan operasi mereka.
Dewi Juliani PDI Perjuangan Polri pengamanan Way Kanan